Hasil Survei Kemenko Marves, Kebijakan Ekspor Benih Lobster Membunuh Pembudidaya

- 10 Maret 2021, 19:52 WIB
ILUSTRASI benih lobster.* //ANTARA FOTO/Didik Suhartono

JURNAL PRESISI - Hasil survei Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) menunjukkan bahwa kebijakan ekspor benih lobster dapat membunuh pembudidaya lokal. 

Hal ini usai sebelumnya Kemenko Marves sempat mendukung kebijakan ekspor benih lobster, pihaknya beralasan bahwa kebijakan ini diklaim akan mendorong budidaya lobster dalam negeri.

"Kenapa dulu kami mendukung, karena waktu itu disampaikan ada kriteria-kriteria untuk bisa ekspor. Misalnya, harus punya budidaya, dan hasil budidayanya sebagian dia lepasliarkan. Nah ternyata hasil survei kami, tidak seperti itu kenyataannya," jelas Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Marves Safri Burhanuddin dalam konferensi pers virtual, pada Selasa, 09 Maret 2021. 

Baca Juga: Oposisi Angkat Bicara Krisis Politik Belarusia, Minta Dunia Internasional Bertindak

Safri menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan yang melarang ekspor benih lobster atau benur, meski hanya bersifat sementara. 

Pasalnya, jika kompetitor Indonesia diberi benih yang banyak, otomatis mereka akan mengontrol pasar. Dengan kondisi tersebut, ketika Indonesia telah berhasil melakukan budidaya dan ingin mengekspor lobster hasil budidaya, Indonesia tidak lagi memiliki pasar tersebut.

"Ingat, yang makan lobster itu terbatas, hanya di daerah tertentu dan di hari besar tertentu. Kita kan mau mengurangi produksi kompetitor kita. Kalau kita bisa kurangi BBL kita dikirim, otomatis kita bisa kontrol pasar," jelasnya. 

Baca Juga: Jelang Pemilu Bulgaria, Banyak Oposisi dan Pemain Baru Bermunculan

Safri mengaku menyesal lantaran telah mengizinkan ekspor benih lobster. Ia mengaku persetujuan oleh Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan pun dilakukan atas kajian KKP bahwa ekspor dilakukan selama pelepasannya masih terkontrol.

Halaman:

Editor: Syifa'ul Qulub

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Terkait

Terkini

X