Terkait Proses Penyidikan Kasus Unlawful Killing, Politikus Nasedm Ahmad Sahroni Minta Polri Transparan

- 12 Maret 2021, 19:30 WIB
Tangkapan layar Wakil ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni menerima kedatangan tamu Dubes Ubi Eropa Mr. Vincent dalam rangka memperkuat hubungan bilateral /instagram.com/ahmadsahroni88

JURNAL PRESISI - Bentrokan yang melibatkan aparat kepolisian dan laskar FPI di TOl Jakarta-Cikampek KM 50 menyeret aparat kepolisian dalam kasus Unlawful Killing yang meyeret tiga anggota polisi.

Atas penyidikan kasus ini, Ahmad Sahroni, Wakil Ketua Komisi III DPR RI menyatakan mengapresiasi tindakan Polri, khususnya dalam penegakan hukum dan HAM. 

"Saya sangat mengapresiasi ketegasan dan keterbukaan Polri. Ini membuktikan anggapan sebagian orang kalau Polri tidak adil dan tidak peduli pada HAM adalah salah besar," kata Sahroni, seperti dilansir dari Antara, Jumat 12 Maret 2021.

Baca Juga: Polri Kini Fokus Potensi Unlawful Killing Usai Tetapkan Enam Laskar FPI Tersangka Bentrok dengan Aparat

Politikus Nasdem itu berjanji menjalankan fungsinya di Komisi III DPR RI, yaitu komisi yang menangani bidang hukum, HAM dan Keamanagan. Maka dalam kasus ini, dirinya berjanji untuk mengawal proses ini dan memastikan penegakan HAM yang adil. 

Pria berusia 43 tahun ini juga meminta polri bersikap transparan agar tidak menimbulkan kecurigaan dan kepercayaan publik meningkat.

"Ke depannya dalam menyelesaikan kasus tersebut, Polri harus transparan untuk menghindari polemik di masyarakat," tambahnya.

Baca Juga: Terkait Kasus Laskar FPI, Kapolri Minta Kabareskrim Segera Jalankan Rekomendasi Komnas HAM

Penindakan atas kasus unlawful Killing ini respon atas gelar perkara dan ditemukan unsur pidana dalam penembakan empat anggota laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek KM 50.

Halaman:

Editor: Yudha

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Terkait

Terkini

X