Ini Penjelasan Profesor Zubairi Tentang Varian Baru COVID-19, N439K yang Baru Saja Masuk di Indonesia

- 13 Maret 2021, 18:43 WIB
Unggahan Profesor Zubairi menunjukkan bukiti dirinya sudah divaksin /instagram.com/profesorzubairi

JURNAL PRESISI - Kewaspadaan terhadap pandemi COVID-19 belum akan berhenti dalam waktu dekat, meski vaksinasi mulai dilakukan secara masif.

Belum hilang kekhawatiran dan upaya antisipasi optimal dari pencegahan COVID-19, bulan lalu muncul varian baru, B.1.1.7 yang teridentifikasi pertama di Inggris.

Terkini, muncul pula mutas N439K dan telah masuk di Indonesia.

Baca Juga: Waspada! Ini Peringatan Profesor Zubairi terhadap Penderita Obesitas di kala Pandemi COVID-19

Profesor Zubairi Djoerban, akademisi UI menguraikan muncul dan sifat dari virus N439K ini melalui akun twitternya, @Profesorzubairi pada Sabtu, 13 Maret 2021.

ALERTA: Sebanyak 48 kasus mutasi N439K telah terdeteksi di Indonesia. Kemudian, apa yang harus kita ketahui tentang varian N439K ini? Ini penjelasan saya:

Varian N439K diduga muncul dua kali secara terpisah. Pertama kali itu di Skotlandia. Pada waktu awal pandemi. Lalu, kali kedua, dengan jangkauan lebih luas di Eropa—dan saat ini sudah sampai Indonesia.

Baca Juga: Profesor Zubairi Jelaskan Strain B.1.1.7, Virus Turunan dari COVID-19

N439K ini awalnya dianggap menghilang saat lockdown diberlakukan di Skotlandia. Tapi justru muncul di Rumania, Swiss, Irlandia, Jerman dan Inggris. Dus, mulai November tahun lalu, varian ini dilaporkan menyebar secara luas.

Halaman:

Editor: Yudha

Sumber: Twitter @ProfesorZubairi


Tags

Artikel Terkait

Terkini

X