Belum Usai Keterkejutan Ditemukannya Kasus Turunan COVID-19, B.1.17 Kini N439K telah Masuk Ke Indonesia

- 13 Maret 2021, 20:35 WIB
Tangkapan layar Profesor Zubairi dalam video singkat yang diunggahnya di Instagram soal vaksinasi /instagram.com/profesorzubairi

JURNAL PRESISI - Istilah new normal bisa merujuk pada pengertian manusia akan terus berhadapan dengan virus-virus yang mematikan di masa depan.

Belum usai pandemi Covid-19, kini setidaknya telah bermunculan dua varian dari COVID-19.

Yang pertama muncul di Inggris, yaitu B.1.1.7 dan kini N439K. kedua varian ini telah masuk ke Indonesia.

Baca Juga: Waspada! Ini Peringatan Profesor Zubairi terhadap Penderita Obesitas di kala Pandemi COVID-19

Meski vaksinasi terus dilakukan secara masif, sepertinya dalam waktu dekat anjuran 5 M (mencuci tangan, menjaga jarak, menggunakan masker, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas) masih terus harus ditingkatkan.

Profesor Zubairi Djoerban, akademisi UI menguraikan muncul dan sifat dari virus N439K ini melalui akun twitternya, @Profesorzubairi pada Sabtu, 13 Maret 2021.

ALERTA: Sebanyak 48 kasus mutasi N439K telah terdeteksi di Indonesia. Kemudian, apa yang harus kita ketahui tentang varian N439K ini? Ini penjelasan saya:

Baca Juga: Profesor Zubairi Jelaskan Strain B.1.1.7, Virus Turunan dari COVID-19

Varian N439K diduga muncul dua kali secara terpisah. Pertama kali itu di Skotlandia. Pada waktu awal pandemi. Lalu, kali kedua, dengan jangkauan lebih luas di Eropa—dan saat ini sudah sampai Indonesia.

Halaman:

Editor: Yudha

Sumber: Twitter @ProfesorZubairi


Tags

Artikel Terkait

Terkini

X