RMI Nahdlatul Ulama Ingatkan Pemerintah Tunda Terapkan 'New Normal' Pesantren

- 30 Mei 2020, 23:13 WIB
RIBUAN santri-santriwati dari Pondok Pesantren Haur Kuning Kecamatan Salopa Kabupaten Tasikmalaya dipulangkan secara serentak ke kota-kota asal mereka khususnya yang berada di zona merah Covid-19, Selasa, 5 Mei 2020.* /Aris MF

JURNAL PRESISI - Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI/Asosiasi Pesantren NU) mengingatkan Pemerintah untuk tidak terburu – buru menerapkan New Normal di Pondok Pesantren jika tidak ada dukungan pemerintah dalam menjaga Ponpes dari resiko penyebaran Covid-19.

Jika pemerintah belum siap dikhawatirkan Ponpes dapat menjadi klaster baru penyebaran COVID-19.

Saat ini dukungan fasilitas kesehatan sangat dibutuhkan Pesantren untuk memenuhi protokol kesehatan, seperti rapid test, hand sanitizer, akses pengobatan dan tenaga ahli kesehatan.

"Terhadap Pesantren, pemerintah belum memiliki perhatian dan kebijakan khusus untuk menangani COVID-19," kata Ketua Pengurus Pusat RMI Abdul Ghofarrozin Jumat, dilansir dari Antara.

Baca Juga: Indonesia Bangga, Baju APD Karya Anak Bangsa Lolos Uji ISO 16604 Class 3 dan Berstandar WHO

Menurutnya, tiba-tiba pemerintah mendorong pelaksanaan New Normal dalam kehidupan Pesantren .

Pesantren yang berbasis komunitas dan komunal justru dikhawatirkan dapat menjadi klaster baru penularan virus corona itu.

Dia mengatakan jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 masih tinggi, mengkhawatirkan serta persebarannya makin meluas.

Artikel ini telah ditayangkan di Antara dengan judul : Asosiasi Pesantren NU: Tunda kebijakan normal baru di pesantren

Baca Juga: Menghadapi New Normal, Bagaimana Pondok Pesantren Beradaptasi?

Halaman:

Editor: Zaini Rahman

Sumber: Antara


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X