KPAI Minta Pemerintah Hati - hati dan Tunda New Normal Pondok Pesantren

- 30 Mei 2020, 23:44 WIB
SANTRI asal Lirboyo diperiksa kesehatannya di RSUD Krangkeng, Rabu (1/4/2020). Mereka harus menjalani isolasi mandiri guna menghindari penyebaran virus covid-19.*

JURNAL PRESISI - Ditengah masih tingginya kasus Covid-19 Ketua KPAI Susanto mengingatkan Pemerintah untuk menunda penerapan New Normal Pondok Pesantren.

Menurut KPAI sekitar 18 juta anak yang tinggal di Pesantren akan terancam kesehatannya jika New Normal segera diterapkan.

Pemerintah diminta hati - hati dan perlu belajar dari negara lain yang sudah menerapkan New Normal dan membuka lembaga pendidikan.

Tapi akhirnya menjadi klaster baru penularan Covid-19 karena belum siap memenuhi standar aman bagi anak.

Baca Juga: RMI Nahdlatul Ulama Ingatkan Pemerintah Tunda Terapkan 'New Normal' Pesantren

"Ini tentu saja merupakan jumlah yang sangat besar dan memerlukan adanya perhatian khusus," kata Ketua KPAI Susanto Sabtu (30/5/2020) dilansir dari Antara.

Pemerintah perlu mempertimbangkan banyak hal, di antaranya update jumlah kasus COVID-19, kesiapan SDM, sarana dan prasarana pendukung agar memenuhi standar protokol kesehatan.

"Apalagi, sampai saat ini masih banyak Pesantren yang memiliki keterbatasan dalam penyelenggaraan layanan pendidikan, termasuk fasilitas dan sarana-prasarana yang aman, sehat bagi anak dan sesuai dengan standar protokol kesehatan COVID-19," kata dia.

Baca Juga: Dinilai Mendesak, Pemkot Surabaya Didukung Beli Mobil PCR Sendiri

Artikel ini telah ditayangkan di Antara dengan judul : KPAI minta pemerintah tunda normal baru di pesantren

Halaman:

Editor: Zaini Rahman

Sumber: Antara


Tags

Komentar

Terkini

X