Teror Terhadap Pemantik Diskusi, Mahfud MD Sesalkan Pembatalan Diskusi Daring di UGM

- 31 Mei 2020, 19:35 WIB
Mohammad Mahfud MD. /instagram/@mohmahfudmd

JURNAL PRESISI -  Batalnya Diskusi Virtual yang hendak dilakukan oleh Constitutional Law Society (CLS) Fakultas Hukum, Universitas Gadjah Mada (UGM) dikabarkan karena adanya ancaman teror bagi pelaku diskusi tersebut.

Ancaman teror yang ditujukan kepada pelaksana kegiatan ini berbentuk ancaman pembunuhan.

Ancaman ini bukan hanya ditujukan kepada para pelaku diskusi, namun parahnya juga ditujukan kepada anggota keluarga para pemantik diskusi.

Baca Juga: Inilah Daftar 102 Daerah yang Diberi Kewenangan Terapkan New Normal

Hal ini kemudian memancing reaksi dari berbagai kalangan, termasuk para pimpinan di UGM dan jajaran pemerintahan pusat.

Dekan Fakultas Hukum UGM Prof. Sigit Riyanto menjelaskan secara rinci ancaman pembunuhan yang disampaikan orang tak dikenal terhadap pelaksanaan kegiatan hingga kepada keluarganya, muncul satu hari sebelum pelaksanaan kegiatan diskusi, yang rencananya digelar pada 29 Mei 2020.

"Tanggal 28 Mei 2020 malam, teror dan ancaman mulai berdatangan kepada nama-nama yang tercantum di dalam poster kegiatan, pembicara, moderator, serta narahubung.

Baca Juga: Prediksikan Virus Corona Akan Berakhir, Peramal India Meninggal Setelah Dikabarkan Positif COVID-19

Berbagai teror dan ancaman dialami oleh pembicara, moderator, narahubung, serta kemudian kepada ketua komunitas CLS," ungkap Sigit Riyanto dalam keterangan tertulisnya.

Bentuk ancaman yang diterima beragam, mulai dari pengiriman pemesanan ojek daring ke kediaman penerima teror, teks ancamanpembunuhan, telepon, hingga adanya beberapa orang yang mendatangi kediaman mereka.

Halaman:

Editor: Ben Sihotang

Sumber: Pikiran Rakyat


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

X