Ratusan Orang Masuk Bali Tanpa Melalui Prosedur Protokol Kesehatan, Para Pecalang Merasa Kecewa

- 2 Juni 2020, 08:35 WIB
Otoritas Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk Bali melakukan pemeriksaan surat rapid tes kepada para pendatang yang akan masuk ke Pulau Bali, pada Sabtu (30/5/2020). Dewa Putu Bracuk/Ringtimes Bali

JURNAL PRESISI -  Ratusan pendatang yang masuk ke Bali diketahui tidak membawa surat bebas COVID-19 melalui Gilimanuk.

Hal ini kemudian memancing kekecewaan banyak pecalang di berbagai daerah di Bali.

Para pecalang ini mengaku kecewa lantaran jerih payah mereka untuk menjaga pintu masuk desa mengahalau penyebaran infeksi COVID-19.

Banyak pecalang yang menumpahkan kekecewaan mereka di media sosial dan kemudian menjadi viral.

Baca Juga: New Normal Calon Penumpang Pesawat Harus Tiba di Bandara Empat Jam Sebelum Terbang

Dalam uanggahannya, para Pecalang merasa jerih payahnya tidak dihargai dan dilecehkan oleh para oknum yang bertugas di penjagaan pintu masuk Bali.

Mereka menuding ada oknum yang sengaja meloloskan pendatang masuk ke Bali tanpa membawa surat hasil rapid tes negatif.

"Bagaimana bisa menghentikan penyebaran corona, sementara di Gilimanuk dan Ketapang bolong. Aturannya jelas harus bawa hasil rapid test negatif jika mau nyebrang ke Bali. Sia-sia tugas kami jaga tanpa dibayar di masing-masing desa pakraman," ujar DPD, salah seorang anggota Pecalang di Kecamatan Mendoyo, Minggu, 31 Mei 2020.

Baca Juga: Polemik Tudingan Plagiat Lagu Kekeyi, Rinni Wulandari Akhirnya Buka Suara

Akun Fb Fardan Naher juga mengungkapkan kekesalannya terhadap pernyataan Gubernur Bali, I Wayan Koster yang beberapa waktu lalu berstetmen bahwa penduduk pendatang yang lolos peneriksaan di Gilimanuk akan dikarantina selama 14 hari.

Halaman:

Editor: Ben Sihotang

Sumber: Ringtimes Bali


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X