Satu Desa Dikarantina Akibat OTG Positif Covid-19 Sering Keluyuran

- 3 Juni 2020, 16:08 WIB
BUPATI Majalengka Karna Sobahi disertai Kapolres Majalengka dan Dandim 0617 Majalengka tengah memimpin rapat koordinasi Gugus Tugas Covid-19 dalam rangka pemberlakuan Normal Baru di ruang rapat Polres Majalengka yang dihadiri sejumlah anggota gugus tugas.*

JURNAL PRESISI - Seluruh Warga desa Sadomas Kecamatan Rajagaluh Majalengka melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.

Hal itu dilakukan akibat adamya warga yang telah dinyatakan Orang Tanpa Gejala(OTG) Positif Covid-19 tapi masih sering bebaur dengan masyarakat.

Dilansir dari Antara Bupati Majalengka Karna Sobahi megatakan dirinya meminta karantina satu desa itu karena khawatir terjadi transmisi lokal penyebaran COVID-19 di Majalengka.

"Saya meminta agar masyarakat Desa Sadomas, Kecamatan Rajagaluh melakukan karantina mandiri selama 14 hari ke depan," katanya di Majalengka, Rabu.

Baca Juga: 10 Pedagang di Purbalingga Terciduk Razia Tak Pakai Masker, Langsung Dikarantina

Dari hasil pelacakan pasien COVID-19 yang berprofesi sebagai sopir itu ditemukan masih sering melakukan kontak fisik dengan masyarakat selama melakukan karantina mandiri.

Yang bersangkutan sering berbaur dengan warga sekitar, seperti menjalankan shalat berjamaah, berbaur saat Lebaran 2020 lalu dan kegiatan lainnya.

"Secara fisik yang bersangkutan memang dalam keadaan baik, namun setelah dicek ternyata positif COVID-19," ujarnya

Baca Juga: Satu Pengunjung Klub Malam Positif COVID-19, Ratusan Pengunjung Lain Langsung Dikarantina

Artikel ini telah ditayangkan di Antaranews.com dengan judul : OTG positif sering berbaur, satu desa di Majalengka-Jabar dikarantina

Halaman:

Editor: Zaini Rahman

Sumber: antaranews


Tags

Komentar

Terkini

X