Respon Protes Uang Kuliah Tunggal Naik di Tengah Pandemi, Kemendikbud Akhirnya Buka Suara

- 3 Juni 2020, 16:58 WIB
Protes Mahasiswa Terhadap Mendikbud Nadiem Makarim /Twitter/@aliansibem_si

JURNAL PRESISI - Media sosial Twitter beberapa waktu lalu diramaikan melambungnya tagar #UndipKokJahatSih, yang dipicu protes mahasiswa soal isu kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) Undip Semarang yang naik di tengah pandemi Covid-19.

Viralnya tagar tersebut dipicu oleh cuitan akun@BEMUndip_ yang mengatakan “Dalam kondisi negara yang sedang berjuang menghadapi Covid-19, Universitas Diponegoro mengambil kebijakan untuk menetapkan UKT dengan besaran baru sebagaimana yang tertuang dalam: SK Rektor Nomor 149/UN7.P/HK/2020” tulisnya.

Merespon isu yang beredar di kalangan masyarakat serta netizen bahwa UKT akan naik pihak Kemendikbud akhirnya buka suara.

Baca Juga: Tips Lolos SBMPTN Unair 2020, Pilih 10 Jurusan ini

Dilansir dari Pikiranrakyat-depok.com mengutip dari PMJ News, Plt Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud Profesor Nizam menjelaskan tidak ada kenaikan uang kuliah tunggal (UKT) pada masa pandemi Covid-19 .

Lebih lanjut, Nizam memaparkan bahwa tidak ada Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang menaikkan UKT, maka keputusan tersebut diambil sebelum masa pandemi COVID-19 dan berlaku untuk mahasiswa baru sesuai kemampuan ekonomi orang tua.

“Keputusan menaikkan UKT tidak boleh menyebabkan mahasiswa tidak dapat kuliah,” katanya.

Menurut keterangan tertulis pada 5 Mei 2020, Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri menyepakati beberapa opsi bagi mahasiswa yang terdampak pandemi dalam mengatasi masalah UKT.

Baca Juga: Pariwisata Pasca COVID-19 Perlu Disiapkan, Kemendikbud Minta Industri Gandeng Kampus

Adapun opsi tersebut yakni menunda pembayaran, menyicil pembayaran, mengajukan penurunan UKT, dan mengajukan bantuan finansial bagi yang berhak.

Halaman:

Editor: Zaini Rahman

Sumber: Pikiran Rakyat Depok


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X