Pemulihan Ekonomi Nasional Dampak COVID-19, Pemerintah Terbitkan UU No. 23 Tahun 2020

- 4 Juni 2020, 06:15 WIB
MENTERI Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyinggung dana Covid-19.*

JURNAL PRESISI -  Imbas panjang COVID-19 membuat pemerintah melakukan berbagai langkah antisipatif.

Termasuk diberlakunya Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) melalui UU No. 23 Thn 2020. Fokus yang diberikan pada undang-undang tersebut adalah menyelamatkan sektor ekonomi seperti perbankkan, badan usaha milik negara, dan pelaku pelaku ekonomi lainnya.

Dengan adanya program PEN tersebut diharapkan mampu menjaga aktivitas runtuhnya ekonomi Indonesia.

Baca Juga: Ratusan Jurnalis dari 31 Negara di Dunia Meninggal Akibat Terpapar Covid-19

Undang-undang tersebut juga memiliki orientasi untuk mengurangi kasus Pemutusan Hak Kerja (PHK) dengan cara memberikan subsidi bunga kredit bagi debitur usaha mikro, kecil, menengah yang terdampak COVID-19, guna mempercepat pemulihan ekonomi negara.

Dilansir dari laman resmi Kementerian Keuangan, PP 23/2020 juga mengatur bahwa Pemerintah dapat melakukan program pemulihan ekonomi melalui pengalokasian belanja negara.

Salah satunya adalah dengan memberikan subsidi bunga bagi kelompok pelaku usaha ultra mikro, mikro, kecil dan menengah yang terdampak COVID-19 dan telah melakukan restrukturisasi kreditnya pada perbankan, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) serta perusahaan pembiayaan.

Baca Juga: Data Kematian Perawat Akibat Covid-19 di Seluruh Dunia Melonjak Tinggi

Jokowi juga mengingatkan bahwa program tersebut harus dijalankan secara hati-hati dan pengawasan yang baik, guna menciptakan program yang transparan dan akuntanbel.

Pemerintah melalui Jaksa Agung, Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta melibatkan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), akan terus meningkatkan program pemulihan ekonomi ini. 

Halaman:

Editor: Ben Sihotang

Sumber: Kemenkeu


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X