Walikota Semarang Klaim Warganya Sudah Biasa Hidup Berdampingan dengan Virus Corona

- 4 Juni 2020, 16:05 WIB
PETUGAS mengambil sampel lendir dari seorang pengunjung dalam pemeriksaan COVID-19 yang dilakukan di satu pusat perbelanjaan modern di Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu 20 Mei 2020.*

JURNAL PRESISI - Warga Kota Semarang sudah teredukasi bagaimana mencegah penularan COVID-19 dan sudah membiasakan diri hidup berdampingan dengan virus corona.

Dilansir dari Antara Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan jika warganya sudah bisa hidup berdampingan dengan virus Covid-19 karen menerapkan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM).

Dalam pelaksaan PKM, perekonomian di Kota Semarang tetap berjalan, tetapi dengan pembatasan.

Misalnya, pabrik boleh tetap beroperasi dengan membatasi jumlah karyawan yang bekerja dengan sistem shift dan pengaturan jarak.

Restoran juga dibatasi operasionalnya hanya sampai pukul 20.00 WIB dengan pembatasan jumlah pengunjung hanya boleh setengah dari kapasitas dan wajib menerapkan protokol kesehatan.

"Kami sudah menangkap sinyal adaptasi kebiasaan baru. PKM di Semarang sudah mengatur berbagai aspek dan sesuai dengan protokol kesehatan," kata Hendi, panggilan akrabnya

Artikel ini telah ditayangkan di Antara dengan judul : Wali Kota Semarang sebut sudah biasakan warganya hidup bersama corona

Hendi mengatakan penerapan PKM di Semarang adalah jalan tengah antara aspirasi yang menginginkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan yang menolak PSBB.

Menurutnya Kota Semarang roda ekonominya bergantung pada sektor bisnis dan jasa.

"Warga kami masih ada yang untuk makan bergantung pada hasil kerja hari ini. Karena itu, kalau PSBB atau lock down diterapkan, kami khawatir malah akan meningkatkan kriminalitas," katanya. (Dewanto Samodro/Antara)

Halaman:

Editor: Zaini Rahman

Sumber: antaranews


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X