Wagub Wajibkan Santri yang Kembali ke Pesantren di Jateng Jalani Karantina 14 Hari

- 5 Juni 2020, 22:24 WIB
SANTRI asal Lirboyo diperiksa kesehatannya di RSUD Krangkeng, Rabu (1/4/2020). Mereka harus menjalani isolasi mandiri guna menghindari penyebaran virus covid-19.*

JURNAL PRESISI - Sejumlah Pondok pesantren di Jawa Tengah sedang melakukan berbagai persiapan menyambut kedatangan santri dari luar daerah yang akan melanjutkan pendidikannya di Pesantren.

Agar tidak menjadi transmisi baru penularan Covid-19 Pemprov Jateng telah meminta seluruh pengasuh pondok pesantren agar menyiapkan tempat karantina dan mewajibkan santrinya untuk menjalani tes kesehatan sebelum santri ke Pondok.

"Semua yang datang harus sudah periksa kesehatan dari daerahnya, bisa puskesmas, dokter pribadi atau rumah sakit. Ini untuk menindaklanjuti penanganan di pondok," kata Taj Yasin Maimoen Wagub Jateng, dilansir dari Antara.

Baca Juga: Presiden Jokowi Shalat Jumat di Masjid Istana, Juga Diperiksa Suhu Tubuh

Wagub juga mengatakan bahwa seluruh santri yang masuk Jateng wajib menjalani masa karantina selama 14 hari.

"Semua santri yang masuk ke Jateng wajib dikarantina selama 14 hari dan pihak pondok pesantren wajib menyiapkan untuk tempat karantina itu," katanya, Jumat (5/6).

Gus Yasin mengaku telah berkomunikasi dengan pengasuh pondok pesantren di Jateng terkait dengan hal itu.

Baca Juga: Menghadapi New Normal, Bagaimana Pondok Pesantren Beradaptasi?

Apabila pondok pesantren tidak memiliki tempat karantina yang memadai, bisa menggunakan fasilitas lain yang ada di daerahnya.

"Bisa koordinasi dengan Satgas Jogo Tonggo di daerahnya masing-masing untuk menempati tempat karantina yang kemarin sudah disiapkan di berbagai desa atau bisa juga menggunakan fasilitas lain, seperti gedung sekolah dan sebagainya," ujarnya.

Halaman:

Editor: Zaini Rahman

Sumber: antaranews


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X