Konflik Semakin Memanas, Hongkong dan Taiwan Menolak Berada di Bawah Pemerintahan RRC

- 7 Juni 2020, 11:09 WIB
Mulai ada seruan untuk menggulingkan Partai Komunis di Tiongkok dimotori oleh mantan pesepakbola terkenal Hao Haidong. /.* /REUTERS

JURNAL PRESISI - Cina terus menerus meningkatkan kemampuan militer dan aktivitasnya di sekitar Laut China Selatan dan Timur.

Dampaknya, negara tetangga mulai terganggu dan ketegangan di kawasan Asia Timur dan Pasifik terus meningkat drastis.

Penguasaan kembali Hongkong dan Taiwan dalam One China Policy menjadi ambisi utama selain menguasai kepulauan di Laut China Selatan.

Baca Juga: Terlihat Kompak, Yuni Shara dan Mantan Suami Rayakan Kelulusan Putra Sulungnya

Akan Tetapi, langkah tersebut mendapatkan tentangan yang sangat kuat dari rakyat Hongkong maupun Taiwan.

Keduanya menolak untuk berada di bawah pemerintahan Republik Rakyat Cina (RRC) yang komunis.

Ketegangan bahkan sampai menyisihkan wali kota yang dikenal pro terhadap kebijakan Cina terhadan Taiwan.

Sebelumnya artikel telah tayang di pikiran-rakyat.com dengan judul "Ketegangan Meningkat, Rakyat Taiwan 'Usir' Wali Kota Pro-Tiongkok yang Kalah Pemilu Presiden"

Dikutip Jurnal Presisi dari Pikiran-Rakyat.com dan New York Times, mantan Wali Kota Kaohsiung Han Kuo-yu akhirnya kalah dalam pemilu karena cenderung ramah pada Beijing.

Halaman:

Editor: Eggy Awang

Sumber: Pikiran Rakyat


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X