Presiden Jokowi Angkat Suara Soal Maraknya Pengambilan Paksa jenazah Terpapar Covid-19

- 29 Juni 2020, 15:24 WIB
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) presidenri.go.id

JURNAL PRESISI- Selama pandemi yang berlangsung beberapa bulan ini, sejumlah daerah di Indonesia mengalami insiden pengambilan paksa jenazah positif Covid-19 dari rumah sakit.

Menanggapi banyaknya insiden tersebut, Presiden Jokowi akhirnya angkat suara mengenai permasalahan tersebut.

Presiden Jokowi berharap kejadian serupa tak terulang kembali ditengah-tengah upaya pemerintah dan berbagai elemen memerangi pandemi ini.

Baca Juga: Tega Laporkan Ibu Kandung ke Pihak Berwajib, Seorang Anak di Lombok dikecam Polisi Setempat

Kemudian, Presiden Jokowi meminta berbagai unsusr masyarakat turut serta dilibatkan dalam mencegah munculnya insiden pengambilan jenazah terpapar Covid-19.

Melalui rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 29 Juni 2020, Presiden Jokowi meminta seluruh jajarannya untuk melibatkan tokoh-tokoh agama, masyarakat, budayawan, ahli komunikasi publik dan praktisi lainnya untuk menjelaskan kepada masyarakat mengenai bahaya dan juga risiko penularan virus corona tipe baru yang begitu cepat.

“Pelibatan tokoh-tokoh agama, masyarakat, budayawan, sosiolog, antropolog, dalam komunikasi publik harus secara besar-besaran kita libatkan sehingga jangan sampai terjadi lagi merebut jenazah yang jelas-jelas Covid-19 oleh keluarga,” kata Presiden dilansir Kantor Berita Antara melalui Pikiranrakayat-Tasikmalaya.com.

Artikel ini sebelumnya telah tayang di Piikiranrakyat.Tasikmalaya.com dengan judul Jenazah Terpapar Covid-19 Diambil Paksa, Presiden Jokowi Angkat Bicara

"Itu sebuah hal yang harus kita jaga jangan terjadi lagi," ujar Presiden.

Presiden juga meminta sosialisasi lebih masif kepada masyarakat mengenai pentingnya pengujian sampel spesimen individu untuk mencegah penularan lebih luas Covid-19. Hal itu agar tidak ada lagi masyarakat yang menolak mengikuti uji cepat (rapid test) maupun uji Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mendiagnosa keberadaan virus tersebut.

Halaman:

Editor: Harbhimanyu Wicaksono

Sumber: Pikiran Rakyat Tasikmalaya


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X