Tren Bersepeda di Yogyakarta Memakan 4 Korban Jiwa dari 56 Kasus

- 29 Juni 2020, 16:37 WIB
ILUSTRASI Pesepeda melintas di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu 31 Mei 2020.* /ANTARA/Retno Asnir/aww

JURNAL PRESISI - Kampanye hidup sehat dengan berolahraga menggunakan sepeda merupakan tren baru pada masa pandemi saat ini.

Tak hanya masyarakat yang sebelumnya memang hobi dalam bersepeda, sejumlah orang yang hanya ikut-ikutan akhirnya menggandrungi hobi tersebut.

Selain manfaat dari olahraga bersepeda baik untuk kebugaran tubuh, aktivitas ini juga dianggap efektif dalam mengisi kebosanan pasca pembatasan sosial karena adanya pandemi.

Baca Juga: Jauh Diluar Akal, Penemuan Balita 1,5 Tahun Dikurung bersama 600 Hewan Liar Dalam Kandang

Namun, karena pengguna jalan yang menggunakan sepeda memenuhi jalanan akhir-akhir ini. Kecelakaan melibatkan pengguna sepeda cenderung meningkat tajam.

Di Yogyakarta, korban laka lantas gowes meningkat 56 kasus hingga menelan korban jiwa.

Dikutip dari PortalJogja.com, Dirlantas Polda DIY, Kombes Pol I Made Agus Prasatya, Sabtu, 27 Juni 2020, menyampaikan bahwa demam gowes saat ini melanda dimana-mana.

Baca Juga: Presiden Jokowi Angkat Suara Soal Maraknya Pengambilan Paksa jenazah Terpapar Covid-19

Namun tidak jarang, pegowes pemula kurang bisa menjaga perilaku saat sedang berada dalam rombongan, sehingga tanpa sadar memenuhi jalan.

"Kelalaian seperti ini berakibat menyerobot hak pengguna jalan lainnya. Ini yang harus disadari para pegowes," katanya.

Halaman:

Editor: Harbhimanyu Wicaksono

Sumber: Portal Jogja (PRMN)


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

X