Imam Nahrawi Divonis 7 Tahun Penjara, Denda Rp 18 Miliar Lebih, dan Dicabut Hak Politiknya 4 Tahun

- 29 Juni 2020, 22:07 WIB
Terdakwa mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menjalani sidang putusan kasus suap dan gratifikasi yang disiarkan secara - Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/pras.

JURNAL PRESISI - Mantan Menpora periode 2014 – 2019 Imam Nahrawi akhirnya divonis Majelis hakim dengan hukuman 7 tahun penjara dan denda Rp400 juta subsider 3 bulan.

Selain itu Majelis hakim juga menjatuhkan hukuman tambahan membayar uang pengganti gratifikasi sebanyak lebih dari Rp 18 miliar, hakim juga menjatuhkan hak politik Imam dalam jabatan publik selama 4 tahun.

"Menjatuhkan pidana tambahan terhadap terdakwa Imam Nahrawi untuk membayar uang pengganti kepada negara sejumlah Rp18.154.203.882 kepada KPK selambat-lambatnya 1 bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap, jika dalam waktu tersebut tidak dibayar maka harta benda terpidana disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti, dalam hal terpidana tidak punya harta yang cukup untuk membayar uang pengganti, terdakwa dipidana penjara selama 2 tahun," ujar hakim Rosmina Senin 29 Juni 2020 seperti dikutip dari Antara.

Baca Juga: Tak Perlu Bantuan Jin dan Setan, Ini Ilmu Pesugihan dari Kyai Sakti di Jawa Timur

Majelis hakim menilai Imam Nahrawi terbukti bersalah telah menerima suap senilai Rp11,5 miliar dan gratifikasi sebesar Rp8,348 miliar dari sejumlah pejabat Kemenpora dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Putusan itu lebih rendah dari tuntutan Jaksa KPK yang menuntut Imam dihukum 10 tahun penjara ditambah denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan.

Majelis hakim juga menolak permintaan imam sebelumnya untuk menjadi 'justice collaborator’ (pelaku yang bekerja sama dengan majelis hakim).

Baca Juga: Kabinet Tak Sigap Tangani Covid-19, Presiden Jokowi Siap Kesampingkan Reputasi Politik Demi Rakyat

"Hubungan kedekatan Miftahul Ulum dan terdakwa Imam Nahrawi dan disposisi terdakwa menimbulkan keyakinan majelis bahwa uang dari KONI tersebut sudah diterima terdakwa," ungkap hakim Saifuddin Zuhri.

Terkait dengan perkara tersebut, sebelumnya mantan asisten pribadi Imam Nahrawi bernama Miftahul Ulum pada 15 Juni 2020 lalu telah divonis 4 tahun penjara ditambah denda Rp200 juta subsider 3 bulan.

Halaman:

Editor: Zaini Rahman

Sumber: Antara


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X