Setelah Dilabrak Banser Irkham Fahmi Pembuat Hoax 'Banser Mengepung Kantor PDIP' Akhirnya Minta Maaf

- 30 Juni 2020, 19:19 WIB
Irkham Fahmi (tengah/berpeci) saat membuat pernyataan maaf setelah didatangi Banser yang tabayun (Facebook@Satkorcab Banser Indramayu

JURNAL PRESISI – Setelah membuat heboh media sosial dengan postingannya di Facebook yang berjudul “Banser Mengepung Kantor PDIP” kini Fahmi Al Anjatani meminta maaf dihadapan anggota Ansor dan Banser yang mendatangi rumahnya untuk tabayun.

Dilansir dari Satkorcab Banser Indramayu pihaknya telah melaporkan sang pemilik akun tersebut ke polisi karena narasi postingan fahmi tersebut sangat meresahkan dan berpotensi mengadu domba antar kelompok, pasalnya narasi tersebut jelas – jelas tidak sesuai fakta alias Hoax

" Postingan akun atas nama Ustadz Fahmi Al-Anjatani telah berkali-kali menyinggung perasaan Kader Ansor Banser, dan tulisan telah dibuat oleh akun tersebut berpotensi mengadu domba, apalagi hari ini sedang terjadi polemik nasional terkait isu pembakaran bendera PDI Perjuangan, maka hal ini dapat memicu kemarahan serta memecah belah dalam berbangsa dan bernegara," ujar Edi.

Baca Juga: Rhoma Irama Buka Suara Klarifikasi Penampilannya Pada Acara Hajatan di Bogor

Berikut cuplikan pernyataan fahmi :

“Dengan ini saya menyatakan merasa bersalah atas unggahan saya di media sosial facebook terkait narasi Banser mengepung kantor PDIP yang bersumber dari mimpi.

Atas unggahan tersebut yang pada akhirnya membuat kegaduhan netizen dan saudara – saudara Banser se Indonesia, untuk itu saya memomohon maaf atas kejadian tersebut.

Dan saya bersedia menghapus unggahan tersebut serta mengunggah permohonan maaf saya ini di media sosial facebook sebagai pertanggung jawaban moral saya kepada pihak – pihak terkait di status postingan saya.

Baca Juga: Foto Spektakuler! Penampakan Stasiun Luar Angkasa Mengitari Matahari

Saya berjanji untuk tidak mengulangi apa yang sudah saya lakukan dikemudian hari, demikian pernyataan ini saya buat dengan penuh kesadaran tanpa paksaan dari pihak manapun".

Halaman:

Editor: Zaini Rahman


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X