KSPI Menilai Kedatangan TKA Tiongkok Ciderai Perasaan Tenaga Kerja Lokal yang Sulit di Masa Pandemi

- 1 Juli 2020, 07:53 WIB
WARGA Desa Ambaipua, Kecamatan Ranomee, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra) yang berdatangan menyaksikan aksi demonstrasi penolakan kedatangan ratusan TKA asal China di simpang empat Bandara Haluoleo Kendari pada Selasa, 30 Juni 2020 malam.*

JURNAL PRESISI - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal turut berkomentar agar para TKA Tiongkok agar dipulangkan ke negara asalnya.

Iqbal mengatakan, pemberian izin pemerintah akan datangnya pekerja asing yang tengah dipersiapkan untuk di sebar di kawasan industri Konawe sama saja mencederai perasaan tenaga kerja lokal, terlebih mereka yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat dampak krisis pandemi Covid-19 di Indonesia.

Sebelumnya, Gelombang pertama kedatangan Tenaga Kerja Asing Tiongkok telah tiba dan sedang tengah menjalani tahap karantina selama 14 hari dan dipantau oleh Dinas Kesehatan dari Konawe, Sulawesi Tenggara.

Baca Juga: Pandemi Tak Kunjung Usai, WHO Kirim Tim Investigasi ke Asal Mula Munculnya Covid-19 ‘Wuhan’

Penolakan dari masyarakat kian memanas sehingga pada saat ini aparat kepolisian mulai bersiaga menjelang kedatangan gelombang kedua para TKA Tiongkok tersebut.

Aksi demonstrasi disertai dengan sweeping dilakukan oleh para pengunjuk rasa terhadap setiap mobil yang keluar dari Bandara Haluoleo Kendari tepatnya di simpang empat bandara ini, Desa Ambaipua, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.

Masyarakat sekitar pun tampak menikmati proses sweeping tersebut hingga Selasa, 30 Juni 2020 malam.

Baca Juga: Sisa Laga Liga Champions Dimainkan Agustus, UEFA Tunggu Perkembangan Dengan Atau Tanpa Penonton

“Di tengah dan banyak buruh yang kehilangan pekerjaan, mengapa TKA justru diizinkan bekerja di Indonesia? Bukankah akan lebih baik jika pekerjaan tersebut diberikan untuk rakyat kita sendiri,” tutur Said dikutip dari RRI melalui Pikiranrakyat-bekasi.com.

Said mengaku heran dengan keputusan pemerintah yang bersikeras tetap mempekerjakan warga negara Tiongkok jika hanya karena alasan membutuhkan keahlian mereka terlebih kemampuan para tenaga kerja lokal banyak yang jauh lebih kompeten.

Halaman:

Editor: Harbhimanyu Wicaksono

Sumber: Pikiran Rakyat Bekasi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

X