Serius Buru Tersangka Korupsi Djoko Tjandra, Menko Polhukam akan Aktifkan Lagi Tim Pemburu Koruptor

- 9 Juli 2020, 10:25 WIB
Mahfud MD /dok

JURNAL PRESISI - Tahun 2000 Silam, kasus tindak pidana korupsi Bank Bali yang dilakukan Djoko Tjandra mencuat di publik dan sempat didakwa oleh JPU Antasari Azhar.

Namun, pada tahun 2009 Djoko Tjandra diketahui kabur dari Indonesia dan telah berpindah kewarganegaraan ke Papua Nugini.

Baru-baru ini kasus Djoko Tjandra kembali disorot oleh Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.

Baca Juga: Temukan Jodoh di Tinder akan Lebih Mudah karena di indonesia Segera Hadir Fitur Baru Video Chat

Serius akan kasus ini, Mahfud MD saat ini tengah menyiapkan rencana pengaktifan kembali tim pemburu koruptor yang sebelumnya Indonesia memang mempunyai tim khusus tersebut.

Seperti dahulu, Tim pemburu koruptor yang akan diaktifkan tersebut akan beranggotakan pimpinan Polri, Kejaksaan Agung, dan Kemenkumham.

"Nanti dikoordinir kantor Kemenko Polhukam, tim pemburu koruptor ini sudah ada beberapa waktu dulu, berhasil. Nanti mungkin dalam waktu yang tidak lama tim pemburu koruptor ini akan membawa orang juga pada saat memburu Djoko Tjandra," kata Mahfud dikutip dari Antara di Jakarta, Rabu, 8 Juli 2020.

Baca Juga: Intelijen Tiongkok Kini Bebas Berselancar Awasi Warga Hong Kong Usai Berdirinya Kantor Pengawasan

Mahfud juga mengatakan payung hukum tim pemburu koruptor tersebut, Indonesia dulu sudah pernah memilikinya dalam bentuk instruksi presiden.

"Inpres ini waktu itu berlaku satu tahun, belum diperpanjang lagi. Kami akan coba perpanjang, dan Kemenko Polhukam sudah punya instrumennya dan kalau itu diperpanjang langsung 'nyantol' ke inpres itu," ujar Mahfud.

Halaman:

Editor: Harbhimanyu Wicaksono

Sumber: Antara News


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X