Sampaikan Sinyal Kebangkrutan, Dirut Garuda Ungkap Tidak Bisa Berikan Diskon Lagi

- 9 Juli 2020, 13:33 WIB
Pesawat Garuda Indonesia: kamis Malam 1 Juli 2020, pesawat garuda Indonesia telah tergelincir saat akan landas menuju Jakarta di Bandara Internasional di Sulsel. /Instagram @garuda.indonesia/

JURNAL PRESISI - Irfan Setiaputra, Direktur Utama Garuda Indonesia sampaikan sinyal kebangkrutan akibat pandemi Covid-19 yang sudah dialami lebih dulu oleh maskapai lain di sejumlah negara.

“Bapak Ibu ketahui pula banyak maskapai yang menyatakan kebangkrutan. Di dekat kita ada Thai Airways milik Thailand. Jadi enggak usah terlalu kaget kalau dalam waktu dekat ada maskapai Indonesia yang tidak tahan lagi,” kata Irfan dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi X DPR di Jakarta, Selasa 7 Juli 2020.

Pernyataan itu menanggapi usulan diskon yang dinilai tidak bisa diberikan lagi karena kondisi keuangan maskapai yang sudah terpuruk akibat pembatasan penumpang selama pandemi Covid-19.

Baca Juga: Indonesia Panen Virus, Thailand Justru Siap Membuka Operasional Sekolah Kembali

"Betul penting untuk memperoleh harga murah, tapi mohon dipahami hari ini industri penerbangan sedang mengalami pukulan yang sangat besar, jumlah penumpang kita tinggal 10 persen. Kalau diminta diskon lagi harga yang rendah mungkin klasifikasi kita sebentar lagi menjadi makin sulit,” jelasnya.

Salah satu sektor yang erat kaitannya dengan industri penerbangan ialah sektor pariwisata di mana maskapai Garuda sendiri kehilangan penumpang wisatawan mancanegara (wisman) dari sejumlah negara penyumbang terbesar, salah satunya Australia.

Namun, Australia sudah memberlakukan pelarangan bagi warganya untuk bepergian sampai akhir tahun, termasuk ke Bali.

Baca Juga: Temukan Jodoh di Tinder akan Lebih Mudah karena di indonesia Segera Hadir Fitur Baru Video Chat

Dia menyebut, jumlah wisman turun drastis akibat pandemi Covid-19 sebesar 87 persen di April 2020 dan semakin anjlok menjadi 90 persen pada Mei 2020.

Halaman:

Editor: Eggy Awang

Sumber: ANTARA


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X