Kehamilan Tak Dikehendaki Meningkat karena Sulitnya Akses Alat Kontrasepsi Dimasa Pandemi Picu KDRT

- 12 Juli 2020, 22:07 WIB
PETUGAS memasang alat kontrasepsi KB.* /Pikiran-rakyat.com/ADE BAYU INDRA/

JURNAL PRESISI -Tersendatnya akses layanan kesehatan masyarakat mengenai distrtribusi alat kontrasepsi bagi wanita adalah salah satu dampak akibat adanya pandemi Covid-19.

Dalam sebuah penelitian, distribusi alat kontrasepsi yang tidak maksimal melanda hampir seluruh wanita di berbagai belahan dunia hingga menyebabkan angka kehamilan meroket.

Di Indonesia sendiri, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo mengatakan dampak pandemi 4 bulan terakhir adalah melonjaknya kehamilan tidak dikehendaki dan kehamilan yang belum dikendaki.

Baca Juga: Mengenang Nurhasanah Iskandar, Seseorang yang Berada di Balik Suara Doraemon

Bahkan, meningkatnya kasus unwanted pregnancy (kehamilan tidak dikehendaki) dan misstime pregnancy (kehamilan yang belum dikendaki), ternyata juga berdampak pada meningkatnya angka KDRT, kurang gizi, dan kematian ibu dan bayi.

"Dampak dari unwanted pregnancy ada kekerasan dalam rumah tangga, ada perceraian, ada stunting, yang imbas berikutnya kematian ibu dan kematian bayi," ungkap Hasto Wardoyo di Gedung BKKBN pada 10 Juli 2020 di Jakarta, dikutip dari situs RRI melalui PikiranRakyat-Tasikmalaya.com.

Sebuah studi kantor pusat UNFPA berkolaborasi dengan Avenir Health, John Hopkins University (USA), Victoria University (Australia) mengindikasikan, ada 47 juta perempuan diperkirakan tidak dapat mengakses metode kontrasepsi.

Baca Juga: Bill Gates Tanggapi Penyebaran Obat dan Vaksin Covid-19 Harus Tepat Sasaran

Akibatnya 7 juta kehamilan tidak diinginkan (KTD) di negara-negara berkembang selama 6 bulan lockdown.

Diperkirakan juga akan terjadi 31 juta kasus kekerasan berbasis gender (GBV), 2 juta kasus pemotongan kelamin perempuan (FGM), dan 13 juta perkawinan usia anak.

Halaman:

Editor: Harbhimanyu Wicaksono

Sumber: Pikiran Rakyat Tasikmalaya


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X