DPR Sepakat akan Ubah Istilah ‘New Normal’ karena Timbulkan Miskonsepsi pada Masyarakat

- 14 Juli 2020, 06:28 WIB
Petugas memberi sosialisasi kepada warga tentang new normal di Kandanghaur, Indramayu, Senin 8 Juni 2020.* /GELAR GANDARASA/”PR”/

JURNAL PRESISI - Penggunaan istilah ‘New Normal’ oleh pemerintah untuk menjelaskan situasi pandemi Covid-19 di Indonesia mendapat perhatian dari Komisi VIII DPR RI.

Hasil Rapat antara DPR dengan BNPB memutuskan tidak lagi akan menggunakan istilah tersebut untuk sosialisasi protokol kesehatan pandemi Covid-19.

Frasa atau Istilah ‘New Normal’ dianggap rancu dan sering menyebabkan miskonsepsi pada masyarakat luas.

Baca Juga: 23 Saksi Diperiksa Hingga Selidiki Temuan Sidik Jari Guna Ungkap Tewasnya Editor Metro TV

Ketua Komisi VIII DPR RI, Yandri Susanto menyampaikan hal tersebut pada acara Rapat Kerja Bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo pada Senin, 13 Juli 2020.

"Itu (new normal) istilah asing yang betul-betul asing bagi rakyat. Frasa apa yang digunakan agar masyarakat paham bahwa pandemi ini belum berakhir dan risikonya masih tetap tinggi?, " jelas Yandri, dikutip dari Antara melalui Pikiran-Rakyat.com.

Pernyataan Yandri tersebut seraya menunjukkan sebuah data yang ia bawa.
Ia menjelaskan bahwa sosialisasi protokol kesehatan dengan menggunakan berbagai istilah berbahasa asing tidak memberikan dampak positif pada pencegahan pandemi Covid-19.

Baca Juga: Ilmuwan Tiongkok Membelot ke AS, Ungkap Borok Pemerintahnya Sengaja Tutupi Virus Corona Kepada Dunia

Sebaliknya, Kurva kasus positif Covid-19 justru malah terus naik menunjukan bahwa sosialisasi dari pandemi mematikan ini belum berjalan maksimal.
"Istilah new normal dipahami salah di tengah masyarakat sebagai situasi yang sudah normal.

"Masyarakat pergi ke pasar, pergi ke kebun, dan bekerja seperti biasanya menganggap Covid-19 sudah tidak ada," tegasnya.

Halaman:

Editor: Harbhimanyu Wicaksono

Sumber: Pikiran Rakyat


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X