Lakukan Ekspansi ke Sektor Sosial-Bisnis, Pemerintah Lakukan Subsidi Listrik Hingga 3 Triliun Rupiah

- 27 Juli 2020, 16:30 WIB
ILUSTRASI listrik PLN.* //DOK. PLN

JURNAL PRESISI - Pemerintah lakukan perluasan subsidi listrik bagi pelanggan PLN untuk sektor sosial, bisnis, dan industri senilai Rp3 triliun.

Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Airlangga Hartarto dalam konferensi pers secara daring usai rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo di Jakarta, Senin, mengonfirmasi hal tersebut.

“Tadi disetujui pemberian subsidi listrik, selain untuk penghasilan rendah yang sudah diperpanjang sampai Desember 2020 nanti," ungkapnnya.

Baca Juga: Rilis Tahun Depan, Film Justice League Terbaru Tak Akan Tampilkan Adegan Terdahulu

Sebelumnya, pemerintah telah menggratiskan tagihan listrik bagi pelanggan rumah tangga dengan golongan 450 VA selama April, Mei, dan Juni lalu yang kemudian diperpanjang hingga akhir 2020.

Hal itu dilakukan untuk meringankan beban masyarakat akibat pandemi COVID-19. Kemudian pemerintah juga mendiskon 50 persen tarif pelanggan listrik kapasitas 900 VA
Pada sektor sosial, tercatat ada 112.223 pelanggan listrik PLN. Sedangkan sektor bisnis sebanyak 330.653 pelanggan dan industri sebanyak 28.886 pelanggan.

Melansir dari Antara, Jika mengacu biaya minimum, maka secara keseluruhan pelanggan sektor sosial selama Juli hingga Desember 2020 membayar Rp521,7 miliar, pelanggan bisnis membayar Rp2,37 triliun, dan pelanggan industri Rp2,7 triliun. Secara total pelanggan listrik di ketiga sektor tersebut harus membayar Rp5,6 triliun.

Baca Juga: Program Kampung Tangguh Gagasan Polda Riau Sukses Panen Raya di Tengah Pandemi Covid-19

Namun, ujar Airlangga, apabila mereka membayar sesuai penggunaan, pelanggan sosial hanya perlu membayar Rp235,8 miliar, pelanggan sektor bisnis membayar Rp1,69 triliun, dan industri Rp1,3 triliun, sehingga total yang dibayar oleh pengguna listrik di ketiga sektor itu adalah Rp2,6 triliun.
Dengan demikian terdapat delta Rp3 triliun antara kedua komponen biaya tersebut.

Halaman:

Editor: Eggy Awang

Sumber: ANTARA


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X