Kriminolog Anggap Depresi Lalu Bunuh Diri Hanyalah Pengalihan Motif Pembunuhan Yodi Prabowo

- 29 Juli 2020, 20:10 WIB
Editor video Metro TV Alm. Yodi Prabowo.* /PMJ News /

JURNAL PRESISI - Kematian editor Metro TV yang menyisakan misteri dan berbagai spekulasi beberapa waktu lalu, akhirnya polisi menyimpulkan Yodi Prabowo tewas karena aksi bunuh diri dengan menghujamkan pisau ke arah tubuhnya sendiri.

Kesimpulan tersebut berdasarkan fakta hasil forensik DNA Yodi di barang bukti berupa pisau yang ditemukan dekat jasad Yodi Prabowo di pinggir Tol JORR Pesanggrahan.

Berdasarkan fakta rekam medis, tak bisa dipungkiri beberapa pihak menganggap Yodi Prabowo dalam kondisi depresi lantaran hasil tes urin juga menunjukkan bahwa di positif konsumsi amfetamin.

Baca Juga: 10 Foto Seksi Vernita Syabilla yang Bikin Ambyar Pikiran Lelaki

Seiring dengan bertebarannya spekulasi semacam itu, Kriminolog Universitas Indonesia (UI), Hamidah Abdurrahman menanggapi dengan komentar yang berbeda.

Kemataian Yodi Prabowo melalui perspektif Hamidah menganggap tewasnya editor Metro TV tersebut bukan bunuh diri akibat depresi, namun ia menduga jika ada pelaku yang merancang aksi kematian sang editor televisi tersebut.

"Saya harap polisi tidak gegabah menyimpulkan almarhum Yodi bunuh diri, hanya dengan melihat sidik jari almarhum.

Artikel ini sebelumnya telah tayang di Pikiranrakyat-Tasikmalaya-com Pelaku Diduga Rancang Bunuh Diri Yodi Prabowo, Kriminolog UI: Polisi Jangan Gegabah Menyimpulkan

"Karena bisa saja terjadi hal tersebut disengaja oleh pelaku untuk menutupi perbuatannya. Polisi pasti tau dan bisa membedakan mana bunuh diri, mana pembunuhan" ujar Hamidah kepada RRI.

Sementara itu, tanggapan serupa diucapkan kedua orang tua Yodi, Suwandi dan Turinah yang sama-sama menyebut jika anak mereka tidak mungkin tewas bunuh diri.

Halaman:

Editor: Harbhimanyu Wicaksono

Sumber: Pikiran Rakyat Tasikmalaya


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X