Ribuan WNI di Lebanon Belum Diketahui Kabarnya Pasca Ledakan Dahsyat yang Meluluhlantakkan Beirut

- 5 Agustus 2020, 11:03 WIB
Petugas pemadam kebakaran mengevakuasi seorang pria yang terluka dari tempat ledakan di pelabuhan di Beirut, 4 Agustus 2020. Dua ledakan besar mengguncang ibukota Lebanon, Beirut, melukai puluhan orang, mengguncang ratusan bangunan. /ANWAR AMRO/AFP

JURNAL PRESISI -  Ledakan dahsyat yang meluluhlantakkan Ibu Kota Libanon, Beirut, belum genap berusia 24 jam.

Ledakan dahsyat yang berasal dari sebuah gudang kimia di komplek pelabuhan Beirut tersebut kabarnya menelan korban jiwa hampir 100 orang hingga berita ini diturunkan.

Belum diketahui apa pemicu gudang yang berisi ribuan ton amonium nitrat tersebut meledak.

Baca Juga: Presiden Lebanon Marah, 2.750 Amonium Nitrat Disimpan dengan Sembrono Hingga Meledak

Sementara itu, dunia internasional menyampaikan empati dan duka cita atas insiden mengejutkan tersebut. Tidak terkecuali para pejabat dari Indonesia sendiri.

Salah satunya Wakil Ketua Komisi 1 DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari.

"Saya sampaikan duka mendalam kepada seluruh korban ledakan dahsyat itu baik yang meninggal dunia maupun yang luka-luka, disaat pandemi seperti ini yang belum selesai, Rakyat Libanon harus merasakan musibah yang lain, semoga Allah SWT menguatkan Rakyat Libanon" kata Kharis dalam keterangan tertulis kepada Media, Rabu 5 Agustus 2020.

Baca Juga: Ledakan Dahsyat di Beirut Lebanon, Diduga Berasal Dari Gudang Penyimpanan Bom

Anggota DPR RI dari Fraksi PKS ini meminta kepada Kementerian Luar Negeri untuk segera mendata dan memastikan apakah ada korban WNI yang terdampak dalam ledakan tersebut dan segera memberikan pendampingan dan bantuan yang diperlukan.

Berdasarkan data Kemenhan dan Kemenlu di Lebanon, terdapat 1.234 TNI anggota kontingen Garuda yang bertugas menjaga demarkasi perbatasan Lebanon-Israel dan ratusan WNI yang bekerja di sana.

Halaman:

Editor: Ben Sihotang

Sumber: Pikiran Rakyat


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X