Kuartal II Ekonomi Minus, Jokowi : Kalau Kita Masih Dalam Posisi Minus, Artinya Kita Masuk Resesi

- 1 September 2020, 14:08 WIB
Jokowi tekankan kepada 34 gubenur untuk segera merealisasikan APBD, pada ratas di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa, 1 September 2020. /ANTARA/

JURNAL PRESISI - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia harus tumbuh positif pada kuartal III 2020. Jokowi tak ingin Indonesia jatuh ke jurang resesi.

Karena itu presiden memerintahkan kepada 34 gubernur agar segera merealisasikan anggaran belanja barang dan jasa, modal dan bantuan sosial (bansos) pada September 2020 untuk mencegah resesi.

Hal itu Jokowi sampaikan dalam rapat terbatas bertajuk "Pengarahan Presiden Kepada Para Gubernur Menghadapi Pandemik COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional" melalui video telekonferensi di Istana Kepresidenan Bogor, pada hari Hari ini, 1 September 2020.

Baca Juga: Bantuan Rp 600 Ribu Tahap Satu Belum Masuk Rekening? Simak Penjelasannnya Disini

"Kita masih punya kesempatan September ini, kalau kita masih dalam posisi minus artinya kita masuk ke resesi, karena itu percepat belanja barang dan jasa, belanja modal, belanja bansos betul-betul disegerakan sehingga bisa meningkatkan konsumsi masyarakat dan meningkatkan ekonomi di daerah," ujar Jokowi seperti yang dilansir dari ANTARA

Pada kesempatan yang sama, hadir juga di Istana Kepresidenan Bogor Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Pada kuartal II, ekonomi Indonesia terkontraksi minus 5,32 persen akibat pandemi Covid-19. Jokowi menyebut Indonesia masih memiliki kesempatan untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi di September 2020.

Baca Juga: Info Pencairan Bantuan 600 Ribu Tahap 2, Jangan Sampai Gagal Cair Karena Ini

Menurut Jokowi, berdasarkan data per 27 Agustus 2020, rata-rata nasional untuk belanja APBD tingkat provinsi masih 44 persen sedangkan untuk belanja kabupaten dan kota mencapai 48,8 persen.

Halaman:

Editor: Zaini Rahman

Sumber: ANTARA


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X