Tri Rismaharini Klaim Kota Surabaya Bakal Anti Resesi Jika...

- 2 September 2020, 12:46 WIB
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini/Istimewa /

JURNAL PRESISI - Ancaman resesi ekonomi yang deperkirakan melanda Indonesia disampaikan Presiden Jokowi jika pertumbuhan ekonomi kuartal III tidak mengalami indeks positif.

Strategi untuk menanggulangi jurang resesi tak hanya menjadi PR bagi pemerintah pusat melainkan pemerintahan daerah.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini terkait isu resesi, mengungkapkan memang sudah menyiapkan strategi agar Kota Surabaya, Jawa Timur agar terhindar dari kelesuan kegiatan ekonomi seperti dagang, industri, dan lainnya, di tengah pandemi Covid-19.

Baca Juga: Update Harga Emas Antam 2 September 2020, Harga Jual Naik Rp4 Ribu per-Gram

Menurut Risma kelesuan perputaran ekonomi berisiko meningkat jika PSBB dilanjutkan. Seperti diketahui diterapkannya PSBB merupakan momok tersendiri bagi pelaku usaha dimana hal tersebut dapat mengganggu distribusi dagang. Jika berlanjut, bukan tidak mungkin banyak pelaku usaha di Kota Pahlawan yang gulung tikar.

"Saya tidak mau ada perpanjangan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) lagi. Karena kita akan lakukan new normal atau tatanan baru," ujar Wali Kota Risma seusai meninjau Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) seperti dikutip dari Antara, Selasa.

Risma mengungkapkan, dengan dihentikannya perpanjangan PSBB tahap III, kegiatan dagang diharapkan dapat berjalan normal kembali namun dengan catata wajib mengikuti protokol kesehatan yang ketat.

Baca Juga: Kabar Buruk! Pertamina Akan Hapus Premium dan Pertalite

Berdasarkan data evaluasi dari kebijakan untuk tak melanjutkan PSBB, Risma optimis perkembangan ekonomi di Kota Surabaya masih terbilang positif.hingga akhir tahun 2020.

"Itulah kenapa kemarin hasil data penelitian evaluasi Surabaya itu kita di titik masih bisa bertahan di positif nanti InsyaAllah di akhir tahun. Kenapa? Kalau aku kemarin terlambat sedikit ya nyungsep (terpuruk) beneran yang punya perusahaan, yang punya usaha," ujar Risma.

Halaman:

Editor: Harbhimanyu Wicaksono

Sumber: ANTARA


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X