Bantuan 600 Ribu Tidak Cair? Bisa Jadi Karena 2 Penyebab Ini Rekening Tak Lolos Validasi

- 4 September 2020, 16:42 WIB
Ilustrasi Pencairan BLT Rp 600 ribu /Pixabay

JURNAL PRESISI - Saat ini pemerintah tengah memproses pencairan tahap dua bantuan 600 ribu per bulan unuk karyawan swasta dengan gaji dibawah 5 juta yang terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan.

Mengutip Pasal 3 Permenaker Nomor 14 Tahun 2020, berikut 6 syarat bantuan subsidi upah 600 ribu yang akan diberikan kepada pekerja atau buruh.

1. Warga Negara Indonesia (WNI) yang dibuktikan dengan nomor induk kependudukan (NIK)

Baca Juga: Bukan PHP, BLT 600 Ribu Akan Cair Pada Rekening BCA dan Bank Swasta Lain

2. Terdaftar sebagai peserta aktif program jaminan sosial ketenagakerjaan BPJS Ketenagakerjaan yang dibuktikan dengan nomor kartu kepesertaan

3. Pekerja/buruh penerima gaji/upah

4. Kepesertaan sampai bulan Juni 2020

5. Peserta aktif program jaminan sosial ketenagakerjaan yang membayar iuran dengan besara iuran yang dihitung berdasarkan gaji/upah di bawah Rp 5 juta sesuai gaji/upah terakhir yang dilaporkan oleh pemberi kerja kepada BPJS Ketenagakerjaan dan tercatat di BPJS Ketenagakerjaan.

Baca Juga: Pemerintah Akan Beri Bantuan Rp 500 Ribu Selama 3 Bulan Berturut-turut

6. Memiliki rekening bank yang aktif
Rencananya bantuan sosial ini akan diberikan selama 4 bulan dengan total Rp2,4 juta.

Namun subsidi gaji tersebut akan terbagi pada 2 tahap yang artinya tiap pekerja yang memenuhi syarat diatas akan menerima 1,2 juta setiap 2 bulan sekali.

BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) kembali menyerahkan 3 juta data pekerja calon penerima bantuan subsidi gaji tahap dua kedua kepada Kemenaker RI.

Baca Juga: Info Pencairan Bantuan 600 Ribu Tahap 2, Jangan Sampai Gagal Cair Karena Ini

Direktur Utama BP Jamsostek Agustus Susanto, mengatakan penyerahan data pekerja calon penerima subsidi gaji ini merupakan kali kedua yang dilakukan secara bertahap setiap minggunya, hingga tercapai target keseluruhan penerima BSU sebanyak 15,7 juta.

Halaman:

Editor: Zaini Rahman

Sumber: BP Jamsostek


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X