Ulama dan Dai Harus Paham Ayat, Kyai Ali: Peran Ustadz Membawa Nilai Islam

- 11 September 2020, 15:54 WIB
Wakil Sekretaris Komisi Pengkajian dan Penelitian Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Dr Ali M Abdillah (Dok.BNPT) /

JURNAL PRESISI – Dalam penyampaian tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis 10 September 2020 KH. Dr. Ali M. Abdillah selaku Wakil Sekretaris Komisi Pengkajian dan Penelitian Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengatakan bahwa dalam menyampaikan dakwah Islam, para dai dan ulama harus memahami ayat ‘āmanū aṭī'ullāha wa aṭī'ur-rasụl’ yang berarti dalam berdakwah harus berpegangan pada ajaran yang dibawa oleh Nabi Besar Muhammad SAW dan harus berlandaskan Al – Quran.

Menurutnya, kalau para ulama dan dai berpegangan pada ayat tersebut, yaitu dalam menyampaikan dakwah ini melanjutkan risalah ‘nubuwah’ atau risalah kenabian, yakni rahmatan lil alamin yang menjadikan prinsip dalam penyebaran ajaran Islam.

”Tentunya hal itu berkaitan dengan peran seorang ustadz di tengah masyarakat dengan membawa nilai Islam. Jangan Islam yang ditawarkan atau yang disampaikan adalah bertentangan dengan ajaran Nabi Muhammad SAW, seperti caci maki, memfitnah, produksi hoaks,” tuturnya.

Baca Juga: MPL Indonesia Season 6 Menjadi Liga e-Sports Terpopuler di Dunia

Oleh karena itu, Kyai Ali mengatakan kalau ada tokoh atau ulama yang mulai menjurus untuk menyebar hoaks, lalu memfitnah dan mencaci, tentunya hal ini sudah keluar dari ajaran Nabi Muhammad SAW, karena ajaran Nabi itu harusnya yang lemah lembut dan penuh kasih sayang.

”Bagaimana ingin membersihkan umat, bagaimana ingin mengajak umat untuk rahmatan lil alamin, kalau dirinya sendiri ini belum tuntas menjadi pribadi yang rahmatan lil alamin? Tentunya hal itu bisa terlihat dari ekspresi, cara ceramah dan materi dakwahnya ini bisa dilihat,” terangnya.

Dia mengatakan bahwa untuk orang yang hidup Arab, yang mengikuti sistem di Arab, kalau di sana kerajaan harus mengikuti sebuah sistem, karena mereka hidup di sana.

Baca Juga: Gagal Rekrut Suarez, Si Nyonya Tua Bidik Oliver Giroud

Jika di Indonesia maka wajib mengikuti kesepakatan yang telah disepakati oleh para pendiri bangsa, yaitu sesuai dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

”Karena ini sudah menjadi kesepakatan para pendiri bangsa, agar bagaimana supaya bangsa Indonesia ini bisa menerapkan pesan Nabi Muhammad, yaitu ’aṭī'ullāha wa aṭī'ur-rasụla wa ulil-amri mingkum’. Karena Pancasila ini bisa menjadi titik temu semua agama. Dan ini Pancasila menjadi nilai-nilai yang di dalamnya adalah nilai agama yang diterima oleh semua kalangan agama,” katanya.***

Halaman:

Editor: Harbhimanyu Wicaksono

Sumber: ANTARA


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X