Polisi libatkan Preman dalam Pengawasan Protokol Kesehatan, Kompolnas Khawatirkan Hal Ini

- 13 September 2020, 12:57 WIB
Komisioner Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengky Indarti.* /ANTARA

JURNAL PRESISI - Berdasarkan keterangan Wakapolri, Komisaris Jenderal Polisi Gatot Edy Pramono kepada Antara kamis, 10 September 2020. Wakil Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional tersebut menjelaskan, bahwa pihaknya berencana akan memberdayakan preman untuk membantu penertiban protokol kesehatan di pasar.

Komisi Kepolisian Nasional atau lebih dikenal dengan Kompolnas, mewanti-wanti Polisi supaya lebih waspada terhadap potensi kekerasan yang terjadi akibat pelibatan preman dalam pengawasan protokol kesehatan.

"Potensi Abusive melalui teguran dan tindakan, seperti suara dengan nada tinggi atau membentak. Lebih parah kalau ada orang yang ngeyel tidak mau memakai masker, maka akan terjadi potensi adu fisik," ujar Poengky Indarti selaku juru bicara Kompolnas kepada RRI sabtu, 12 September 2020.

Baca Juga: Jadwal Tayangan Indosiar Minggu 13 September 2020, Jangan Lewatkan Keseruan Live Liga Dangdut 2020

Pada dasarnya pihak Kompolnas melalui Poengky tidak keberatan apabila Polisi melibatkan para penguasa informal dalam menertibkan protokol kesehatan.

Bahkan Poengky mengamini keberadaan para penguasa informal tersebut. Poengky menyebut bahwa mereka memang memiliki pengaruh di tempat-tempat tertentu seperti Pasar, Terminal, dan Stasiun.

Poengky juga menilai bahwa pelibatan penguasa informal tersebut, akan berdampak positif bagi masyarakat dan penguasa informal itu sendiri.Namun untuk menghindari potensi terjadinya hal-hal yang tidak di inginkan, Poengky meminta supaya tetap diberi pengawasan penuh dari pihak aparat kepolisian.
"Oleh karena itu, dalam pelaksanaannya harus selalu didampingi aparat kepolisian," ujar Poengky.

Baca Juga: Berulang Kali Mundur Tayang, Wonder Woman 1984 Dijadwalkan Akan Hadir Pada Akhir Tahun

Poengky memberi contoh misal Bhabinkamtibmas yang bertugas di pasar, karena dapat dipastikan mereka yang memahami dan mengenal medan.***

Editor: Harbhimanyu Wicaksono

Sumber: RRI


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X