Penyerangan Syekh Ali Jaber Bukan Pertama Kali, KH Ali Maksum Pernah Dipukul Linggis Saat Pengajian

- 16 September 2020, 15:27 WIB
KH. Ali Maksum Krapyak /(Instagram@ulama.nusantara)

JURNAL PRESISI – Syekh Ali Jaber Ulama asal Arab Saudi yang kini telah menjadi WNI pada Minggu tanggal 13 September 2020 ditusuk oleh orang yang tidak dikenal. 

Ulama yang sering menjadi juri pada program Hafidz Indonesia itu ditusuk pada saat ia sedang mengisi kajian di Masjid Falahuddin beralamatkan di Tamin, Tanjungkarang, Pusat Kota Bandar Lampung.

Akibat dari serangan mendadak tersebut ia mengalami luka di bagian tangan sebelas kanan atas dengan kondisi luka yang serius. Beruntung serangan itu tidak berakibat fatal sebab ia masih sempat menyadari kehadiran pelaku dan menangkisnya.

“Alhamduliiah saya sudah membaik, sudah dijahit cukup dalam hampir kurang lebih dari 10 jahitan di tangan bagian kanan atas tangannya,” ujar Syekh Ali Jaber saat di wawancarai TV One.

Baca Juga: Dianggap Sebagai Sumber Kerugian Pertamina, Ahok Akan Rombak Gaji dan Pangkat Jabatan di Pertamina

Serangan fisik terhadap ulama seperti kejadian yang dialami oleh Syekh Ali Jaber itu bukanlah peristiwa pertama kali. Namun lebih mengerikan lagi pernah dialami oleh KH Ali Maksum Pengasuh Ponpes Krapyak Yogyakarta ketika pernah dipukul dengan linggis.

KH Ali Maksum yang pernah menjabat sebagai Rais Aam Syuriah PBNU periode 1980 – 1984 saat itu sedang mengisi pengajian ceramah pada sebuah acara peringatan haul.

Melansir dari situs NU saat Mbah Ali sedang memberikan tausiyah kepada para jamaah, tiba-tiba muncul orang yang tengah membawa sesuatu yang dibungkus dengan kain surban berwarna putih naik ke atas panggung.

Pelaku tersebut melakukan aksi nekat dengan cara menggunakan linggis untuk memukul Mbah Ali yang sedang berceramah hingga jatuh tersungkur dan kondisi beliau terluka parah hingga menjalani opname di Rumah Sakit hingga dua bulan lamanya.

Baca Juga: Pantai Teluk AS Bersiap Hadapi Badai, Harga Minyak Alami Kenaikan Lebih dari 2 Persen

Halaman:

Editor: Zaini Rahman


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X