Demi Kesehatan Masyarakat, PBNU Dorong Pemerintah Untuk Menunda Pilkada Serentak 2020

- 20 September 2020, 21:51 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Nadlatul Ulama Said Aqil /

JURNAL PRESISI - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama meminta pelaksanaan Pilkada serentak pada 9 Desember 2020 mendatang baiknya ditunda mengingat kondisi kesehatan masyarakat di tengah pandemi. 

Menurut PBNU, meskipun pelaksanaan pilkada nanti menggunakan protokol kesehatan yang ketat namun tetap akan sulit menghindari kerumunan orang dengan jumlah yang banyak.

Maka dari itu, PBNU mendorong pemerintah serta DPR agar menunda Pilkada hingga masa darurat pandemi berakhir (20/09/20).

Baca Juga: Jangan Sembarangan, Pakar Kesehatan Ungkap Masker Kain Harus Rutin Dicuci Karena Hal Ini

“Miminta kepada Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia, Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia untuk menunda pelaksanaan tahapan Pilkada serentak 2020 hingga tahap darurat kesehatan terlewati,” ujar K.H Said Aqil sebagaimana dilansir dari Antara.

Selain itu, pihak NU juga meminta anggaran pilkada direlokasikan untuk penanganan krisis kesehatan serta untuk keamanan sosial. Mengingat kembali Rekomendasi Konferensi Besar NU Tahun 2012 mengenai perlunya peninjauan ulang dalam hal biaya politik serta politik uang dalam pilkada.

Seperti halnya pada PSBB perlu untuk didukung demi menjaga keberlangsungan ekonomi dan kehidupan masyarakat luas.

Baca Juga: Link Live Streaming Timnas U-19 Vs Qatar Malam Ini! Garuda Muda Waspadai Misi Revans Qatar

Pendapat lain yang dikemukakan NU bahwa dengan melindungi kelangsungan hidup dengan berdasar protokol kesehatan sama saja dengan menjaga kelangsungan ekonomi.

Kasus Covid-19 sedang berada dititik darurat dan mengkhawatirkan apabila tetap
dilaksanakannya pilkada serentak. Prioritas utama negara untuk lebih diorientasikan untuk mengatasi krisis kesehatan.

Halaman:

Editor: Harbhimanyu Wicaksono

Sumber: ANTARA


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X