Rakorpim PEN Maknai Pandemi sebagai Momentum Refleksi Ekonomi

- 25 September 2020, 20:09 WIB
MENTERI Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto.* /ANTARA

JURNAL PRESISI - Pandemi Covid-19 menyita banyak perhatian dari berbagai sektor kehidupan salah satunya ekonomi. Dalam masa krisis dapat menjadi suatu wadah bagi pemerintah untuk merefleksikan kebijakan yang telah dilakukan dan dapat juga untuk merumuskan kembali kebijakan yang tepat untuk perekonomian nasional.

Pemulihan ekonomi dilakukan diseluruh sektor dengan prioritas Pemerintah tetap pada aspek kesehatan. Pemerintah kembali melakukan monitoring dan evaluasi atas pencapaian Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) pada Rakorpim Jumat 25 September 2020.

Sektor pariwisata menjadi sasaran pemerintah untuk mendorong pemulihan ekonomi. Dipilihnya sektor ini karena paling mudah dan terbuka dalam hal menyerap tenaga kerja.

Baca Juga: Dianggap Menampilkan Gambar Tak Pantas, Luhut Pandjaitan Sebut Najwa Shihab Lakukan Provokasi

Dilansir dari website resmi pemerintah infopublik, jumlah tenaga kerja pada bidang
pariwisata terus mengalami kenaikan dari tahun 2010 sehingga dalam pemulihan ekonomi strategi dan program pun terus dirumuskan.

“Salah satunya, optimalisasi belanja pemerintah di sektor pariwisata dengan membuat event seperti Rakorpim hari ini, yang kita lakukan untuk mendorong dimulainya kegiatan wisata dan MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition) di lokasi destinasi wisata,” tegas Airlangga Hartarto selaku Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, ketika memberikan keterangan pers terkait Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim) Komite PC-PEN dan Kementerian/Lembaga (K/L).

Disebutkan bahwa dalam upaya penyerapan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional
mengalami kemajuan. Sampai pada pekan ini, tingkat penyerapan anggaran PEN hampir mendekati 40 persen yang dilakukan dengan relokasi yang sifatnya dinamis. Anggaran yang dirasa berlebih kemudian diserap dan direlokasi ke program lain yang tingkat penyerapannya lancar.

Baca Juga: Anda Penerima Bantuan 500 Ribu Per KK? Cek Disini dan Lapor Bila Belum Terima

“Kita melakukan ini dengan prinsip agar peningkatan serapan semaksimal mungkin, sehingga diharapkan dapat membantu Saudara-saudara kita yang membutuhkan, utamanya kelas menengah ke bawah sekaligus juga menjadi penyangga ekonomi nasional,” ujar Menko Airlangga.

Program PEN dimulai pada awal Juni 2020 dengan tingkat penyerapan yang mencapai 40 persen, artinya dalam kurun waktu 3 bulan lebih 3 pekan program ini mendekati angka keberhasilan yakni 100 persen.

Halaman:

Editor: Harbhimanyu Wicaksono

Sumber: infopublik.id


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X