Waduh, Ternyata Orang Istana Juga Akui Kalau Pembuatan UU Ciptaker Terburu-buru, ini Penjelasannya

- 17 Oktober 2020, 20:25 WIB
Potret Demo UU Omnibus Law Cipta Kerja /ANTARA FOTO /


JURNAL PRESISI – Proses pembuatan UU Cipta Kerja dinilai oleh berbagai kalangan cenderung terburu-buru. Hal ini juga diungkapkan oleh orang ahli di Istana Presiden.

Dilansir dari Warta Ekonomi, Ade Irfan Pulungan selaku Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) mengakui juga demikian.

“Memang terkesan di publik yang kita tangkap, ya terlalu terburu-buru. Itu memang tidak bisa kita pungkiri, memang kesannya begitu,” kata Ade dalam diskusi Populi Center dan Smart FM Network yang berjudul Omnibus Law dan Aspirasi Publik pada Sabtu 17 Oktober 2020.

Baca Juga: Publik Percaya Jokowi Mampu Selesaikan Pandemi dan Resesi, Begini Penjelasannya Menurut Survei

Kemudian Ade juga mengungkapkan bahwa ketika semakin cepat Omnibus Law dirumuskan lalu disahkan maka akan semakin cepat pula bisa diberlakukan.

“Agar kandungan atau penerapan Undang Undang tersebut bisa dimanfaatkan kepentingan umum,” ujar Ade yang juga politikus Partai Persatuan pembangunan ini.

Ade Irfan juga menerangkan salah satu tujuan dari UU Ciptaker yakni untuk membuka lapangan kerja yang besar. Hal ini sebagai bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah kepada para pencari kerja.

Baca Juga: Alhamdulillah! Bantuan Senilai Rp2,5 Juta Bakal Dicairkan Bagi Korban PHK, Cek Syarat Berikut

“Setiap tahunnya yang lulusan SMA itu membutuhkan kerjaan, dan ini belum bisa disahuti pemerintah, artinya setiap tahunnya itu potensi pengangguran di kita sangat besar, terjadi kesenjangan yang cukup berarti di kita,” jelasnya.

Menurutnya juga, UU Cipta kerja ini dapat memudahkan bagi siapun yang akan membuat usaha.

Halaman:

Editor: Harbhimanyu Wicaksono

Sumber: Warta Ekonomi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X