Soal Penangkapan Inisiator KAMI, Fahri Hamzah: Mau Adu Domba Siapa Lagi?

- 18 Oktober 2020, 12:45 WIB
Fahri Hamzah. /

JURNAL PRESISI - Mantan wakil ketua DPR, Fahri Hamzah menyoroti penangkapan beberapa Inisiator KAMI (Koalisi aksi menyelamatkan Indonesia). 

Fahri menilai bahwa penangkapan seharusnya dilakukan kepada orang-orang yang terekam CCTV sebagai perusuh. 

Bukan malah orang yang mengkritik, Fahri menjelaskan bahwa pengkritik memiliki jasa untuk perkembangan demokrasi. 

Lebih lanjut Fahri menegaskan bahwa kerusuhan dan kritik itu tidak memiliki keterikatan. Kriminalitas berakar dari niat jahat, sedangkan kritik lahir sebagai respon atas tatakelola yang gagal. 

Baca Juga: Akhirnya! Setelah Lama Ditunggu, Menkes Terawan Bakal Tampil di Depan Publik Dalam Waktu Dekat

Hal ini disampaikan Fahri Hamzah melalui laman Instagram pribadinya pada Kamis, 15 Oktober 2020. Berikut versi lengkap surat terbuka Fahri Hamzah yang ditujukan kepada pemerintah

Pak Presiden dan Pak Kiai, Kenapa Harus Semua Berakhir di BUI?

Kalau penguasa mau mendengar, Jumhur dan Syahganda jangan ditangkap. Mereka adalah alumni ITB yang idealis. Saya kenal keduanya sudah sejak 30 tahun lalu. Mereka adalah teman berdebat Yang berkwalitas. Mereka dl korban rezim orba yg otoriter. Kok rezim ini juga mengorbankan mereka?

Dulu saya menentang teori “crime control” dalam pemberantasan korupsi yang dianut KPK sebab saya khawatir ini akan jadi mazhab penegakan hukum di negara kita. Saya bersyukur melihat KPK lembali ke jalan hukum tapi sedih dengan ideologi lama itu di prektikkan penegak hukum lain.

Halaman:

Editor: Harbhimanyu Wicaksono


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X