Ungkap Gus Nur Bukan Levelnya NU, Andi Arief : Kalau NU Memaafkan akan Dicatat Sejarah

- 25 Oktober 2020, 09:30 WIB
ANDI Arief*/DOK /

JURNAL PRESISI - Setelah PCNU Cirebon melaporkan Gus Nur atas dugaan menghina NU pada 22 Oktober 2020, kasus ini ramai diperbincangkan publik di media sosial.

Namun, ternyata tak hanya PCNU Cirebon yang melaporkannya. Ada beberapa Organisasi selain PCNU Cirebon yang melaporkan Gus Nur, diantaranya adalah Kader Perempuan NU Banyumas, LBH GP Ansor Pati, dan Aliansi Santri Jember.

Dalam berbagai laporan yang menyeret Gus Nur, Gus Nur telah dianggap menghina tokoh-tokoh NU. Tak hanya itu, Gus Nur juga diduga telah berkali-kali menghina NU.

Baca Juga: Berbuntut Panjang! Setelah Gus Nur Ditangkap, Refly Harun Juga Ikut Terancam Dipenjara

Namun kebanyakan yang membuat pelapor geram adalah terkait dengan video dirinya yang menyinggung NU dan menghina NU yang diunggah di Channel Youtube Refly Harun. 

Atas adanya hal ini, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief juga angkat bicara. Andi Arief berharap bahwa NU dapat memaafkan Suri Nur Rahardja atau Gus Nur

Jika NU memaafkan, Nu akan dicatat sejarah mampu keluar dari pertarungan yang bukan levelnya. Lebih lanjut Andi mengatakan bahwa Gus Nur bukanlah level NU

Baca Juga: Blak-Blakan! Rizal Ramli Ungkap Bobroknya Mantan Wapres Jusuf Kalla

"NU itu organisasi besar. Mudah-mudahan masih memberi ruang maaf pada Gus Nur. Saya percaya akan dimaafkan. Dengan memaafkan berarti NU akan dicatat sejarah mampu keluar dari pertarungan tidak sepadan. NU bukan padanan Gus Nur," ujar Andi Arief di akun Twitternya, Sabtu (24/10/2020).

Laporan NU atas Gus Nur terkait dengan penyebaran informasi yang mengandung ujaran kebencian dan SARA telah mengancam Refly Harun karena bisa saja Refly Harun juga ikut dipenjarakan karena mengunggah konten tersebut. Gus Nur kemudian ditangkap pada Sabtu dini hari (24/10/2020) di kediamannya.***

Halaman:

Editor: Harbhimanyu Wicaksono


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X