Seruan Aksi Demo 1 November, Buruh Bakal Serang Istana Sampai Tuntas Dapat Kemenangan

- 26 Oktober 2020, 07:10 WIB
Presiden KSPI Said Iqbal /


JURNAL PRESISI – Setelah Istana mengabarkan bahwa pihaknya usai menyelesaikan proses merapikan naskah UU Cipta Kerja, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) berencana akan demo saat naskah akan tetap ditandatangani oleh Presiden.

KSPI tetap tegas menunjukkan sikap menolak UU Cipta Kerja khususnya klaster Ketenagakerjaan.

Aksi penolakan tetap dilaksanakan jika Presiden Jokowi bersikeras akan menandatangani UU Cipta Kerja pada 28 Oktober mendatang dan akan melangsungkan Demo 1 November.

Baca Juga: Suara Demonstran UU Ciptaker Selama ini Sia-sia, BEM SI Tegas Beri Ultimatum Mengerikan Pada Jokowi

“Kalau tanggal 28 Oktober 2020 presiden Jokowi menandatangani UU Cipta Kerja, maka sudah dipastikan pada saat itu akan ada aksi nasional di seluruh Indonesia pada 1 November 2020,” ujar Said Iqbal selaku Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) secara virtual dalam konferensi pers pada Sabtu, 24 Oktober 2020.

Said menyebutkan bahwa ada 20 provinsi lebih dan 200 kabupaten akan melangsungkan aksi besar-besaran.

Ia juga menyebutkan, dalam aksi demo nanti akan dilaksanakan dengan terarah dan terstruktur sesuai dengan konstitusi. Said menegaskan bahwa pihaknya tetap menganut prinsip non-violence (anti-kekerasan).

Baca Juga: Hilangnya Pasal 46 UU Cipta Kerja Kemana? Dalih Pihak Istana: Penghapusan itu Karena Ada Typo

“Tidak ada keinginan rusuh, tidak ada keinginan anarkis, dan tidak ada keinginan bertindak merusak fasilitas,” jelas Said.

Dalam aksi tersebut rencanannya KSPI akan membawa UU Cipta Kerja ke Mahkamah Konstitusi untuk melangsungkan Judicial Review.

Halaman:

Editor: Zaini Rahman

Sumber: Warta Ekonomi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X