Waduh, Mantan Wakil Presiden Mewanti Demokrasi Indonesia Jangan Sampai Kembali ke Jalanan, Ada Apa?

- 21 November 2020, 19:30 WIB
Mantan wakil Presiden, Jusuf Kalla. /PMI /

JURNAL PRESISI – Mantan Wakil Presiden ke-10 sekaligus ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla mewanti demokrasi Indonesia agar jangan sampai kembali ke demokrasi jalanan.

Hal ini diungkapkan atas rentetan peristiwa Habib Rizieq merupakan indicator untuk lebih memperbaiki sistem dalam demokrasi Indonesia saat ini yang menurutnya ratusan ribu orang tidak percaya kepada DPR dan partai.

“Ini suatu menunjukkan indicator bahwa ada proses yang perlu diperbaiki dalam sistem demokrasi kita. Kenapa ratusan ribu orang itu, tidak percayai DPR untuk berbicara, kenapa tak percayai partai-partai khususnya partai Islam untuk mewakili masyarakat itu. Kenapa masyarakat memilih Habib Rizieq untuk menyuarakan aspirasi. Itu pertanyaan penting yang sejak awal perlu kita evaluasi,” ungkap Jusuf Kalla mengutip PKSTV, dalam webinar kebangsaan menyambut Munas PKS-V bertajuk ‘Partisipasi Masyarakat Sipil dalam Membangun Demokrasi yang Sehat’ pada Jumat 20 November 2020.

Baca Juga: Sebut Tugas TNI Menurunkan Baliho, Pengamat: Kurang Mulia Jika Berseragam Militer Manjat Baliho

Kemudian JK mewanti agar Indonesia kedepannya jangan sampai kembali pada demokrasi jalanan karena wakilnya tidak memperhatikan aspirasi rakyat.

“Bahwa ada kekosongan sistem atau cara kita berdemokrasi khususnya dalam berideologi keislaman yang kemudian diisi oleh Habib Rizieq,” kata JK.

“Kita bicara tentang kegagalan demokrai terpimpin, kegagalan demokrasi pancasila, jangan sampai kembali ke demokrasi jalanan. Ini bisa kembali apabila wakil-wakil yang dipilihnya tidak memperhatikan aspirasi seperti itu,” tegasnya.

Baca Juga: Presiden Kena Sentil Lagi, Rizal Ramli: Mas Jokowi, RI Makin Parah Jadi Pengemis Utang Bilateral

Pada awalnya, JK mempertanyakan kenapa fenomena Habib Rizieq sebegitu hebat permasalahannya sampai polisi dan tentara turun tangan.

Halaman:

Editor: Jazila Nailatunni'mah


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X