Rocky Gerung Sesalkan Pernyataan Pangdam Jaya, Indonesia Mundur 22 Tahun

- 21 November 2020, 20:38 WIB
Rocky Gerung Mengomentari Tindakan TNI yang Menurunkan Baliho FPI /instagram.com/rocky_gerung_official/

JURNAL PRESISI - Rocky Gerung menyesalkan pernyataan Pangdam Jaya soal respon pihak TNI terkait kegiatan-kegiatan FPI belakangan ini.

Menurutnya, TNI seharusnya tidak masuk ke ranah-ranah politis. Melalui unggahan video di kanal Youtube pada Sabtu, 21 November 2020, Rocky Gerung Official itu mengungkapkan pendapatnya soal pencoptan baliho FPI.

"Saya baca di sosial media menurut saya itu satu inisiatif yang berlebihan dari Pangdam memang saya anggap Pangdam mungkin merasa terganggu dengan ucapan-ucapan atau peristiwa, di Petamburan tetapi itu sekali lagi itu peristiwa politik." ujar pria 61 tahun ini.

Baca Juga: Mantan Politisi Demokrat Menolak Disebut Posting Kabar Hoaks dan Umpamakan Caplin Seperti Sinetron

Baca Juga: Sangkal Fadli Zon, Ferdinand Menegaskan: Politik TNI Adalah Politik Negara, Bukan Untuk Kekuasaan

ia juga menambahkan bahwa tindakan penurunan baliho oleh TNI merupakan kemunduran demokrasi Indonesia. 

"TNI sejak reformasi sudah mengucapkan janji untuk tunduk pada civilian values pada pemerintahan sipil sehingga tidak boleh masuk di dalam wilayah yang sifatnya politis.

Dan keadaan ini yang membuat masyarakat sipil, LSM terutama mengingatkan kembali bahwa kalau ada kejadian politik dan TNI masuk ke dalamnya maka kita sebetulnya mundur 22 tahun tuh.

Baca Juga: Politisi PKS Kritisi Partai Penguasa, Samakan Habib Rizieq dengan Pejabat Amerika

Halaman:

Editor: Yudha

Sumber: YouTube


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X