Peran Bidang Kesehatan Ditingkatkan saat Sekolah Tatap Muka Dimulai

- 21 November 2020, 22:09 WIB
Menkes Terawan Agus Putranto menjelaskan skema vaksinasi Covid-19. /Tangkap Layar YouTube DPR RI/

JURNAL PRESISI - Pemerintah Pusat telah memutuskan bahwa Pemerintah Daerah dapat membuka sekolah tatap muka di masa pandemi Covid-19 pada semester genap per Januari 2021.

Bidang kesehatan akan meningkatkan perannya dalam mencegah penularan virus yang pertama kali muncul di Kota Wuhan, Cina, itu.

Menteri Kesehatan, dr. Terawan Agus Putranto, menjelaskan bahwa pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia mengakibatkan pemerintah mengambil berbagai langkah kebijakan untuk melindungi kesehatan dan keselamatan masyarakat terlebih terhadap kelompok rentan termasuk anak usia sekolah.

Baca Juga: Toko Vape di Surabaya Jadi Sasaran Vandalisme, Pihak Manajemen: Pemkot Harusnya Memberi Wadah

Salah satu kebijakan adalah pembelajaran dari rumah yang bertujuan untuk memastikan tetap terpenuhinya hak peserta didik untuk mendapatkan layanan pendidikan selama masa darurat Covid-19.

“Pembelajaran jarak jauh atau belajar dari rumah telah dilakukan hampir 1 tahun ini dan sudah dilakukan kajian dan evaluasi ternyata banyak hal yang bisa dinilai ada berbagai kendala seperti ada ancaman anak putus sekolah, meningkatnya resiko stres pada anak, terjadinya kekerasan pada anak, kesenjangan capaian belajar dan learning loss yang tentu saja berpengaruh pada perkembangan anak,” kata Terawan dilansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan, sehatnegeriku.kemkes.go.id, Sabtu 21 November 2020.

Terkait hal tersebut maka penyelenggaraan pembelajaran melalui metode tatap muka pada semester genap 2021 yang akan datang tidak lagi berdasarkan pada zonasi penyebaran Covid-19, namun merupakan kebijakan dari pemerintah daerah setempat.

Terawan menegaskan, jajaran kesehatan berkomitmen untuk meningkatkan peran Puskesmas melakukan pengawasan dan pembinaan pada satuan pendidikan dalam penerapan protokol kesehatan.

“Kami mengimbau untuk kita bersama-sama berupaya terus meningkatkan pendidikan kesehatan dan keselamatan bagi anak-anak kita sebagai generasi penerus bangsa menuju Indonesia maju. Penerapan protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan jaga jarak aman serta sering mencuci tangan pakai sabun merupakan adaptasi kebiasaan baru yang harus diterapkan dengan disiplin tinggi agar kita dapat tetap sehat dan selamat dalam melewati pandemi Covid-19 ini,” tuturnya.

Baca Juga: Pernyataan Sikap Rijalul Ansor: Kami Merasa Malu atas Sikap Habib Rizieq Shihab

Sebelumnya, sekolah tatap muka pada 2021 mendatang diputuskan melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 menteri terbaru, yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri.

Kepala daerah bisa melakukan pembukaan sekolah tatap muka secara serentak atau bertahap.

Keputusan ini merupakan langkah yang disepakati bersama antara Satgas Covid-19, Kemendikbud, Kemenko PMK, Kemenag, Kemendagri, dan pemerintah daerah.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, menegaskan bahwa keputusan ini memperbolehkan Pemda membuka sekolah tentu dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Artinya pembelajaran tatap muka diperbolehkan bukan diwajibkan.
Baca Juga: Waduh, Mantan Wakil Presiden Mewanti Demokrasi Indonesia Jangan Sampai Kembali ke Jalanan, Ada Apa?

Ada 6 poin yang harus dipenuhi setiap sekolah apabila ingin menerapkan pengajaran tatap muka, antara lain:

· Sanitasi
· Fasilitas kesehatan
· Kesiapan menerapkan wajib makser
· Thermo gun
· Pemetaan satuan pendidikan untuk tahu siapa yang punya komorbid
· Persetujuan komite sekolah dan orang tua wali

“Sekolah juga tidak perlu full diisi siswa. Kapasitas maksimal 50 persen,” kata Nadiem pada Pengumuman Penyelenggaraan Pembelajaran Semester Genap Tahun Ajaran 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19 secara virtual, Jumat 20 November 2020.

Baca Juga: Rocky Gerung Sesalkan Pernyataan Pangdam Jaya, Indonesia Mundur 22 Tahun

Keputusan pembukaan sekolah akan diberikan kepada tiga pihak, yakni pemerintah daerah, kantor wilayah (kanwil), dan orang tua melalui komite sekolah.

Orang tua masing-masing siswa dibebaskan untuk menentukan apakah anaknya diperbolehkan ikut masuk sekolah atau tidak. Sekalipun sekolah dan daerah tertentu telah memutuskan untuk membuka kembali kegiatan belajar tatap muka.

Terkait hal tersebut Kementerian Kesehatan sepenuhnya akan mendukung kebijakan ini.***

Editor: Zaini Rahman

Sumber: sehatnegeriku.kemkes.go.id


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X