Kisruh FPI, Jimly Asshiddiqie: UU Tentang Orpol dan Ormas Perlu Direvisi dan Dipertegas

- 22 November 2020, 09:05 WIB
Mantan Ketua MK, Jimly Asshiddiqie. /Twitter @JimlyAS

JURNAL PRESISI- Akademisi yang juga pernah menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden tahun 2010 Jimly Asshiddiqie, melayangkan sebuah kritikan terkait kisruh ormas yang sedang ramai diperdebatkan akhir-akhir ini.

Dirinya menuliskan kritikannya tersebut melalui akun Twitter pribadinya @JimlyAs, pada 20 November 2020, adapun bunyi cuitannya adalah sebagai berikut.

“Saatnya, ormas & orpol dibedakn & dipisahkn. Orpol dpt brbntk parpol atau orgnisasi afiliasi prpol atau prpol dg tujuan politik tp tdk sbut diri prpol. Sdgkan ormas hrs netral politik & tdk brparpol. Pmbubarn prpol/orpol yg langgar hkm ol MK, sdgkn ormas ol MA. UU msti direvisi,” cuitnya.

capture cuitan Jimly Asshiddiqie
capture cuitan Jimly Asshiddiqie Twitter/ @JimlyAs

Baca Juga: TNI Turun Tangan Copoti Baliho Habib Rizieq, Andi Arief: Negara dan Seluruh Pendukungnya Kalah

Tidak hanya itu saja, dalam cuitan berikutnya, Jimly juga menyinggung tentang ketegasan aturan tentang ormas, sebuah ormas harus terdaftar seabagai badan hukum resmi, jika tidak berarti telah dinyatakan sebagai organisasi terlarang.

“Prlu diprtegas aturannya, ormas wajib trdaftar sbg bdn hkm resmi. Jika tdk trdaftar, smua aktifitasnya & transaksi keuangan dlm lalu lintas hkm tdk diakui & dpt dinyatakan sbg organisasi trlarang. Utk itu UU Ormas prlu revisi dg metode omnibus skalian dg UU Parpol & UU Pemilu dll,” cuit Jimly.

capture cuitan Jilmy Asshiddiqie
capture cuitan Jilmy Asshiddiqie Twitter/ @JimlyAs

Sebagai penutup dalam cuitannya, Jimly menjelaskan bahwa Syarat pendaftaran ormas sebagai badan hukum harus sesuai dengan Undang-undang serta dasar dan tujuan ormas tersebut tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai pancasila dan UUD 1945.

Baca Juga: Sindir Ma’ruf Amin untuk Mundur dari Kursi Wapres dan Bergabung ke FPI, Ferdinand: Kami Ikhlas Pak!

Halaman:

Editor: Harbhimanyu Wicaksono


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X