Bahaya Belajar Agama Secara Otodidak, Gus Baha : Jika Tidak Ada Sanad, Agama Akan Dibuat Semaunya

- 3 Juli 2020, 21:21 WIB
Ilustrasi Tradisi Talaqqi : belajar agama Islam langsung kepada para ulama yang dipercaya /Jurnal Presisi //Jurnal Presisi/

JURNAL PRESISI – Akhir – akhir ini ramai terjadi pro kontra di kalangan warganet yang membahas isi pengajian seorang penceramah yang cukup kontroversial, bahkan sang penceramah pernah dilaporkan ke polisi atas isi ceramahnya yang mengatakan jika Nabi Muhammad pernah sesat.

Selain itu sang penceramah tersebut mengakui jika dirinya tak pernah memiliki guru dan belajar agama secara otodidak.

Benarkah belajar ilmu agama bisa dilakukan tanpa guru ? mengingat zaman sekarang sudah banyak - fasilitas terjemah Al Qur’an, Hadits bahkan kitab- kitab para ulama.

Baca Juga: Akibat Unggahannya di Facebook, Massa Santri di Tasikmalaya Tuntut Denny Siregar Ditangkap Polisi

Dalam sebuah pengajian Gus Baha mengingatkan pentingnya sanad (transimisi keilmuan) dalam memahami ilmu agama.

“Andaikan tidak ada sanad (transmisi keilmuan) maka orang akan berpikir agama sesuai maunya dan itu bahaya sekali,”tegasnya.

“Karena agama Islam ini riwayat mau tidak mau ngaji itu harus lewat ulama jangan lewat terjemah, karena teks tidak mewakili ahwal,”

"Imam Ghozali yang mempunyai kitab Ihya fatwanya seperti itu (masih menyebut sanad,red), lho kok sekarang ada orang yang membaca Ihya hanya lewat terjemah lalu berkoar mewakili Imam Ghozali, atau orang membaca Al Qur’an hanya lewat terjemah lalu membuka majelis tafsir, ini celaka,” lanjutnya.

Baca Juga: Setelah Dilabrak Banser Irkham Fahmi Pembuat Hoax 'Banser Mengepung Kantor PDIP' Akhirnya Minta Maaf

Berdasarkan hadits – hadits berikut ini sangat jelas Rasulullah mengingatkan jika belajar ilmu agama harus melalui seorang guru, dan tidak bisa secara otodidak.
Rasulullah SAW bersabda:

Halaman:

Editor: Zaini Rahman


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X