Bolehkah Membagi Daging Kurban Dalam Bentuk Daging Olahan ? Begini Penjelasan Fatwa Ulama

- 4 Juli 2020, 20:06 WIB
Ilustrasi Daging Kurban yang telah di olah dalam kemasan kaleng /Jurnal Presisi /(Abu Fawaz)

JURNAL PRESISI – Dengan semakin canggihnya tekhnologi pengolahan makanan pada zaman sekarang ini membuat marak berbagai inovasi yang dilakukan berbagai pihak untuk mengolah daging kurban dalam bentuk kornet, sosis, dendeng, redang dan lain sebagainya.

Sebagian besar alasan dilakukan pengawetan daging kurban ini adalah untuk menjangkau sasaran penerima kurban yang jaraknya jauh ke pelosok desa hingga daerah terpencil.

Lantas bagaimana pendapat para ulama dalam tinjauan hukum fiqih menyikapi inovasi seperti ini mengingat syariat kurban berbeda dengan aqiqah yang pembagian dagingnya harus dalam bentuk masakan matang.

Baca Juga: Gus Baha : Jika Kamu Merasa Bisa Mengendalikan Hidup, Coba Saja Tahan Nyawamu yang Mau Keluar Itu

Mengutip Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 37 Tahun 2019 Tentang Pengawetan Dan Pendistribusian Daging Kurban Dalam Bentuk Olahan, dengan beberapa tinjauan sebagai berikut :

Ketentuan Hukum

Pada prinsipnya, daging hewan kurban disunnahkan untuk:

a. Didistribusikan segera (ala al-faur) setelah disembelih agar manfaat dan tujuan penyembelihan hewan kurban dapat terealisasi yaitu kebahagian bersama dengan menikmati daging kurban.

b. Dibagikan dalam bentuk daging mentah, berbeda dengan aqiqah.

c. didistribusikan untuk memenuhi hajat orang yang membutuhkan di daerah terdekat.

Halaman:

Editor: Zaini Rahman

Sumber: Berbagai sumber


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X