Begini Penjelasan Gus Baha Tentang Cara Mengqadha Shalat yang Sudah Lama Ditinggalkan

- 11 Juli 2020, 20:45 WIB
Ilustrasi shalat. //PIXABAY

JURNAL PRESISI – Shalat merupakan kewajiban ibadah yang utama dalam Islam sehingga kedudukannya diletakkan dalam rukun Islam setelah bersyahadat.

Banyak dalil perintah kewajiban shalat dalam Al Qur’an dan Hadits diantaranya :

اِنَّنِيْٓ اَنَا اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاعْبُدْنِيْۙ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكْرِيْ

Artinya : Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah Shalat untuk mengingat Aku. (QS.Taha : 14

فَإِذَا قَضَيْتُمُ ٱلصَّلَوٰةَ فَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ قِيَٰمًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ ۚ فَإِذَا ٱطْمَأْنَنتُمْ فَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ ۚ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ كَانَتْ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ كِتَٰبًا مَّوْقُوتًا

Artinya : Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman (QS. An Nisa 103)

Baca Juga: MUI Keluarkan Fatwa Pelaksanaan Idul Adha Dan Penyembelihan Qurban di Masa Pandemi COVID-19

Oleh karena itu kewajiban shalat berlaku bagi setiap umat muslim, dalam kondisi apapun dilarang meninggalkannya.

Misalnya jika seseorang sakit, shalat boleh dikerjakan sambil duduk atau berbaring. Demikian juga bagi orang bepergian shalat boleh dikerjakan dengan cara jama’ dan qhasar.

Namun apabila seseorang lupa atau tertidur hingga terlewat shalatnya para ulama fiqih berpendapat wajib hukumnya ia mengqadha shalatnya.

Halaman:

Editor: Zaini Rahman


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X