Catat Tanggalnya! Ini Keutamaan Puasa Sunnah Tarwiyah dan Arafah Lengkap dengan Lafadz Niatnya

- 25 Juli 2020, 19:53 WIB
Ilustrasi Jutaan jamaah Haji Wukuf di Arafah /Jurnal Presisi //Jurnal Presisi/

JURNAL PRESISI – Pada masa 10 hari awal bulan Dzulhijjah ini disabdakan oleh Rasulullah SAW sebagai hari yang istimewa.

Bahkan Rasulullah SWA mengambarkan orang yang melakukan ibada pada sepuluh awal pertama bulan Dzulhijjah itu akan memperoleh pahala yang lebih besar dari jihad.

Rasulullah SAW bersabda : "Tidak ada amal yang dilakukan pada hari-hari lain yang lebih baik daripada yang dilakukan pada sepuluh hari ini." Para sahabat bertanya, "Tidak pula jihad?" Beliau menjawab, "Tidak pula jihad, kecuali seorang lelaki yang keluar dengan jiwa dan hartanya lalu ia tidak kembali dengan membawa apapun." [HR Bukhari)

Baca Juga: Hizbullah Menjadi Ancaman Strategis, Militer Israel Serang Pos Pengamanan Suriah

Tidak disebutkan anjuran melakukan ibadah khusus pada hari tersebut, namun para sahabat melihat Rasululullah SAW selalu berpuasa 8 hari berturut kemudian beliau menutupnya dengan puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah.

Tidak diragukan lagi jika puasa adalah ibadah yang istimewa di hadapan Allah SWT. Dikatakan dalam sebuah hadist Qudsi: Puasa adalah untuk-Ku, dan Aku-lah yang akan membalasnya. Sungguh dia telah meninggalkan syahwat, makanan dan minumannya semata-mata karena Aku.

Dalam redaksi yang lain terdapat Hadits yang menerangkan keistimweaan orang yang mau berpuasa, Diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri SAW bersabda: Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah melainkan Allah pasti menjauhkan dirinya dengan puasanya itu dari api neraka selama tujuh puluh tahun. (HR Bukhari Muslim).

Baca Juga: Gus Baha: Ternyata Ada Azab yang Lebih Berat dari Siksa Neraka

Oleh karenanya apabila kaum muslim tidak berkesempatan melakukan puasa mulai dari awal bulan dzulhijjah,para ulama menganjurkan setidaknya umat muslim melaksanakan puasa sunnah tarwiyah (pada 8 Dzulhijjah) dan puasa Arafah untuk turut merasakan nikmat yang sedang dirasakan oleh para jamaah haji yang sedang menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Dalil keutamaan puasa tarwiyah ini disebutkan dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda :“Barang siapa yang tidak melakukan ibadah haji, maka ia di sunnahkan baginya untuk berpuasa pada hari Tarwiyah yaitu hari ke-8 bulan Zulhijah di mana ia akan memperoleh kebaikan dari Allah berupa pengampunan dosa 1 tahun yang telah lalu" (HR. Bukhari).

Halaman:

Editor: Zaini Rahman


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X