Apakah Masih Wajib Shalat Jum'at Jika Sudah Shalat Ied Pada Pagi Harinya?

- 31 Juli 2020, 12:07 WIB
Umat Islam melaksanakan shalat Jumat berjamaah dengan menerapkan jaga jarak di Masjid Pusdai, Bandung, Jawa Barat, Jumat 5 Juni 2020 /ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/aww/.*/ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/aww

JURNAL PRESISI – Seperti diketahui bahwa Pelaksanaan Shalat Idul Adha 10 Dzulhijjah 1441 H bertepatan pada hari Jum’at 31 Juli 2020.

Muncul banyak pertanyaan masyarakat jika telah melaksanakan shalat iedul adha atau idul fitri pada pagi harinya apakah masih diwajibkan shalat jum’at ?

Tim redaksi Jurnal Presisi telah merangkum dari berbagai sumber tentang pendapat ulama fiqih yang telah membahas persoalan ini dari berbagai konteks sejak zaman dahulu.

Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum shalat Jumat yang jatuh bertepatan dengan hari raya, baik Idul Fitri maupun Idul Adha.

Ada beberapa pendapat mazhab yang mengharuskan untuk melakukan salat Jumat ada juga yang tidak mengharuskan shalat Jumat.

Seperti dalam kitab Rahmatul Ummah fi Ikhtilaf Al A`immah karya Imam Ad Dimasyqi, disebutkan bahwa :

“Apabila hari raya bertepatan dengan hari Jumat, maka menurut pendapat Imam Asy Syafi’i yang shahih, bahwa shalat Jumat tidak gugur dari penduduk kampung yang mengerjakan shalat Jumat. Adapun bagi orang yang datang dari kampung lain, gugur Jumatnya. Demikian menurut pendapat Imam Asy Syafi’i yang shahih. Maka jika mereka telah shalat hari raya, boleh bagi mereka terus pulang, tanpa mengikuti shalat Jumat. Menurut pendapat Imam Abu Hanifah, bagi penduduk kampung wajib shalat Jumat. Menurut Imam Ahmad, tidak wajib shalat Jumat baik bagi orang yang datang maupun orang yang ditempati shalat Jumat. Kewajiban shalat Jumat gugur sebab mengerjakan shalat hari raya. Tetapi mereka wajib shalat zhuhur. Menurut ‘Atha`, zhuhur dan Jumat gugur bersama-sama pada hari itu. Maka tidak ada shalat sesudah shalat hari raya selain shalat Ashar.”

Baca Juga: Begini Resep Kambing Bakar Madu Khas Timur Tengah, Bisa Dicoba Jika Sudah Bosan Nyate!

Ad Dimasyqi tidak menampilkan pendapat Imam Malik. Ibnu Rusyd dalam kitabnya Bidayatul Mujtahid menyatakan pendapat Imam Malik sama dengan pendapat Imam Abu Hanifah. Disebutkannya bahwa, “Imam Malik dan Abu Hanifah berpendapat, ” Jika berkumpul hari raya dan Jumat, maka mukallaf dituntut untuk melaksanakannya semuanya….”

Artikel ini telah ditayangkan di Jurnalgarut.com dengan judul : Ini Hukumnya Bila Hari Raya Idul Adha Jatuh Pada Hari Jumat

Halaman:

Editor: Zaini Rahman

Sumber: Jurnal Garut


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X