Kisah Ketaatan Pemuda Jomblo yang Akhirnya Disebut Nabi Sedang Berbulan Madu dengan Bidadari

- 6 September 2020, 22:06 WIB
Ilustrasi bidadari. (dream.co.id) /

JURNAL PRESISI – Diantara sahabat Nabi yang tinggal di Suffah Masjid Madinah ada seorang laki – laki benama Zahid yang telah berusia 35 tahun namun belum juga menikah.

Suatu hari Rasulullah SAW bertanya kepada Zahid apa alasannya belum menikah, dan Zahid menjawab jika dirinya merasa minder karena miskin, tidak punya pekerjaan tetap dan merasa kurang tampan.

Rasulullah menanggapi pernyataan Zahid itu dengan mengatakan "itu urusan mudah jika engkau mau". Tak lama kemudian Nabi meminta seorang sahabat menuliskan surat lamaran atas nama Zahid kepada seorang gadis cantik putri bangsawan bernama Zulfah binti Said.

Surat itu lantas diantar sendiri oleh Zahid menghadap ayah gadis tersebut, setelah selesai membaca seluruh isi surat lamaran itu tampak wajah tegang sang ayah. Zulfah yang merasa heran melihat ayahnya terlihat tegang, kemudian bertanya "Kenapa ayah nampak tegang?". Sang ayah menjawab: "Pemuda ini melamarmu untuk dijadikan istrinya."

Baca Juga: Gus Baha : Awas! Terang - terangan Berbuat Maksiat Adalah Dosa yang Tidak Diampuni Oleh Allah

Mendengar itu Zulfah langsung menangis dan menolak lamaran itu karena merasa harga dirinya direndahkan sebab sebelumnya banyak pemuda tampan dan kaya yang berusaha berusaha melamarnya.

Sang ayah langsung berkata pada Zahid "Kamu telah mendengar sendiri Zahid, anakku menolakmu. Maafkan aku, bukan aku mau menghalangimu wahai saudaraku Zahid, Dan sampaikanlah permohonan maafku pada Rasulullah jika anakku telah menolak lamaranmu".

Mendengar nama Rasulullah SAW di sebut-sebut, Zulfah terkejut dan berhenti menangis, rupanya sejak awal Zulfah tidak menyadari jika lamaran Zahid tersebut atas perintah Nabi.

Kemudian lantas berkata "Kenapa ayah tidak bilang dari tadi kalau lamaran ini keinginan Rasulullah aku teringat ayat :

اِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِيْنَ اِذَا دُعُوْٓا اِلَى اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ اَنْ يَّقُوْلُوْا سَمِعْنَا وَاَطَعْنَاۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

Halaman:

Editor: Zaini Rahman


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X