Tradisi Tolak Bala Rebo Wekasan dan Amalan dari Mbah Maimoen

- 14 Oktober 2020, 11:31 WIB
Ilustrasi - Perbanyak amalam di rumah saat Rebo Wekasan tidak keluar rumah /Pexels

 

JURNAL PRESISI- Rebo Wekasan yang dikenal dengan malam turunnya berbagai bala, pada hari Rabu terakhir bulan Shafar dan bertepatan pada hari ini 14 Oktober 2020.

Tradisi Rebo Wekasan yang dikenal di masyarakat Jawa khususnya, merupakan tradisi tolak bala, biasanya masyarakat ramai menggelar berbagai acara selamatan, doa bersama bahkan shalat tolak balak.

Namun ternyata kepercayaan bulan Shafar adalah bulan sial semacam ini telah ada sejak zaman jahiliyah kuno termasuk bangsa arab.

Ajaran Islam telah meluruskan hal tersebut seperti yang terdapat dalam sebuah hadist bahwasanya tidak ada wabah, ramalan sial, dan barang klenik lainnya yang dapat menyebabkan kesialan di bulan Shafar.

Baca Juga: Gus Baha: Ternyata Ada Azab yang Lebih Berat dari Siksa Neraka

Akan tetapi tetap dihimbau untuk menghindari wabah penyakit yang menular.

Abu Hurairah berkata, bersabda Rasulullah SAW: 

"Tidak ada wabah (yang menyebar dengan sendirinya tanpa kehendak Allah), tidak pula ramalan sial, tidak pula burung hantu dan juga tidak ada kesialan pada bulan Shafar. Menghindarlah dari penyakit kusta sebagaimana engkau menghindari singa." (HR Imam al-Bukhari dan Muslim).

Redaksi hadis "tidak ada penularan penyakit itu", bermaksud meluruskan keyakinan golongan jahiliyah yang beerkeyakinan bahwa penyakit itu dapat menular dengan sendirinya, tanpa bersandar pada  takdir Allah.

Halaman:

Editor: Zaini Rahman

Sumber: Berbagai Sumber


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X