7 Adab Hubungan Seks Suami Istri dalam Islam

- 23 Oktober 2020, 13:21 WIB
Adab berhubungan intim suami istri. /

JURNAL PRESISI- Dalam Islam, pernikahan disebut sebagai suatu hubungan yang merupakan ibadah terpanjang.

Pernikahan kerap kaitannya dihubungkan dengan hubungan seksual. Dalam Islam, bercinta atau berhubungan seks sudah diatur sedemikian rupa.
 
Hubungan seksual merupakan hal mutlak dan salah satu bentuk ibadah dalam Islam. Namun hubungan seksual yang menjadi bentuk ibadah tersebut harus dilakukan pula dengan adab yang tepat yang sudah dianjurkan dalam islam.
 
 
Adab bercinta tersebut, diatur agar tidak mengurangi keberkahan dan membuat masing-masing pasangan nyaman.
 
Berikut merupakan adab bercinta atau berhubungan intim yang dirangkum dari kitab Qurratul Uyyun.
 
1. Membaca Doa
 
Seperti melakukan kegiatan lainnya, hubungan seksual juga harus diawali dengan berdoa.
 
 
Berikut adalah doa sebelum berhubungan seks:
 
“Bismillah Allahumma jannibnaasy syaithoona wa jannibisy syaithoona maa rozaqtanaa.”
 
Artinya: Dengan (menyebut) nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlan setan dari rezeki yang Engku anugerahkan kepada kami.
 
 
2. Awali dengan Saling Menggoda
 
Pemanasan atau saling menggida, merupakan suatu anjuran dalam islam. Suami disarankan untuk menggoda sang istri terlebih dahulu, agar istri juga merasakan kenyamanan dalam melakukan hubungan seksual
 
Suami dapat melakukan berbagai kegiatan penanaman kepada istrinya, seperti merangkul, mencium pasangannya, dan meraba hingga merasa nyan dan hingga ia merasa nyaman dan terangsang.
 
 
3. Membaca Doa saat Ejakulasi
 
Ejakulasi atau puncak kepuasan merupakan tujuan dari kegiatan hubungan seksual.
 
Dalam Islam ketika seorang suami di tahap ejakulasi, hendaknya ia membaca doa agar ibadah yang mereka lakukan mendapatkan keberkahan dan menghasilkan keturunan yang Sholeh. 
 
Di saat ejakulasi, seorang suami juga hendaklah memasukkan tangannya ke bahwah pinggul istri, dan mengangkat pinggulnya agar air mani yang dikeluarkan sang suami masuk dalam vagina sang istri dengan sempurna.
 
 
Ketika hendak mengeluarkan air mani, sang suami membaca doa seperti dibawah ini:
 
Alhamdulillahilladzi kholaqo minal maai basyaron fajaalahu nasaban wa sihron wakaana robbuka qodiron.”
 
Artinya: Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan dari air mani manusia, maka ia menjadikan manusia itu beranak pinak, dan adalah Tuhanmu itu Maha Kuasa.
 
4. Tidak Tergesa-gesa Mencabut Zakarnya
 
Seorang suami dianjurkan untuk tidak mencabut zakarnya meskipun air maninya telah keluar, sampai sang istri juga merasakan kenikmatan dan mengeluarkan air maninya juga.
 
 
5. Dilarang Menggauli Istri yang Dalam Masa Haid
 
Seorang suami dilarang menggauli istri saat haid, hal ini dikarenakan pada saat haid atau menstruasi akan meningkatkan suami mendapatkan resiko terinfeksi jamur atau penyakit seksual lainnya.
 
Dalam Surat al-Baqarah ayat 222 disebutkan “Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang haid, katakanlah bahwa darah haid itu adalah kotoran (najis) maka jauhilah para istri ketika haidnya.”
 
6. Tidak Melalui Dubur
 
Islam memperbolehkan melakukan semua pose, asalkan dengan persetujuan masing-masing.Akan tetapi Islam melarang dengan tegas menggauli istri melalui dubur.
 
 
Peringatan ini terdapat dalam hadis yang dinarasikan Abu Hurrairah:
“Siapa saja yang melakukan hubungan badan dengan wanita yang sedang datang bulan, di bagian dubur, datang ke peramal dan percaya yang dikatakan, maka sesungguhnya dia tidak percaya pada apa yang diturunkan pada Muhammad.” (HR Ibnu Majah)
 
 7. Selalu Menjaga Kebersihan
 
Melakukan mandi junub setelah bercinta atau berhubungan seksual dengan tata cara yang benar.***
 

 

Editor: Zaini Rahman


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X